Showing posts with label Tokoh dan Sejarah Islam. Show all posts
Showing posts with label Tokoh dan Sejarah Islam. Show all posts

Wednesday, January 12, 2011

Kisah Tsabit bin Ibrahim

Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air liur Tsabit terbit, apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang lezat itu. akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya. Maka ia segera pergi kedalam kebun buah-buahan itu hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah yang telah dimakannya.

Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja dia berkata, "Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya". Orang itu menjawab, "Aku bukan pemilik kebun ini. Aku Khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya". Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, "Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini." Pengurus kebun itu memberitahukan, "Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalan sehari semalam". Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orang tua itu, "Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : "Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka"

Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba di sana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata," Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu maukah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?" Lelaki tua yang ada dihadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, "Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat." Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, "Apa syarat itu tuan ?" Orang itu menjawab, "Engkau harus mengawini putriku !"

Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, "Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang keluar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?" Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, "Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang yang lumpuh!"

Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai istri gara-gara setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, "Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !"

Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, "Aku akan menerima pinangannya dan perkawinanya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul 'alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta'ala".

Maka pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam ,"Assalamu'alaikum..." Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi jadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu , dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya . Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini.

"Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada dihadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula", Kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir, mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan yang sebenarnya ? Setelah Tsabit duduk di samping istrinya , dia bertanya, "Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta . Mengapa ?" Wanita itu kemudian berkata, "Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah".

Tsabit bertanya lagi, "Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?"
Wanita itu menjawab, "Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan ?"
Tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, "aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta'ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta'ala".

Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang memelihara dirinya. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, "Ketika kulihat wajahnya... Subhanallah , dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap". Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke seluruh penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu'man bin Tsabit.

Friday, September 3, 2010

Syeikh Ahmed Deedat

Wajah-wajah Dari Benua Afrika

AHMED DEEDAT… Berdakwah Sehingga
Ke Detik Terakhir

Pada hari Isnin, lapan haribulan Ogos 2005; umat Islam telah kehilangan seorang ulama terkemuka yang menggunung tinggi dalam dakwah. Beliau adalah pejuang, pendakwah dan mujahid Syeikh Ahmed Deedat…. Itulah gunung yang tinggi, gunung yang hebat, dan sebuah tanda untuk mengenalpasti ciri-ciri di dalam sejarah dakwah ke jalan Allah Tuhan sekelian alam. Itulah dakwah yang menggambarkan pembentukan seorang tokoh yang berbeza daripada kebanyakan tokoh-tokoh yang ada, sebagaimana ianya juga satu dakwah yang berbeza uslubnya daripada kebanyakan uslub-uslub dan cara-cara berdakwah yang telah sedia maklum.

Tokoh ini telah memilih jalan yang tidak mudah. Jalan ini tidak akan dilalui kecuali oleh tokoh-tokoh yang unggul. Beliau memilih untuk berhadapan dengan golongan Ahli Kitab di dalam rumah mereka sendiri, dan memberi kefahaman kepada mereka menerusi kitab-kitab suci mereka. Beliau menyatakan keaiban kitab-kitab tersebut dan menjelaskan perselisihannya (di antara kitab-kitab tersebut) seterusnya menjelaskan bahawa kitab seumpama ini tidak layak menjadi Wahyu Tuhan yang diturunkan ke atas para rasul… Dan bahawa agama yang benar adalah Agama Islam yang terakhir.. Semua ini menerusi perbahasan atau diskusi penuh hikmah yang memberi kesan hebat, di mana beribu-ribu orang Ahli Kitab telah kembali kepada agama yang benar, Agama Islam.

Syeikh Deedat telah menghabiskan hidupnya berjuang di lapangan ini, dan meninggal dunia di dalam suasana sedang melaksanakan risalahnya dari atas katil pesakit. Beliau meninggalkan kepada kita sebuah catatan hidup yang penuh berisi, yang perlu dikaji oleh setiap muslim, untuk mengambil pengajaran dan teladan… Di sini kita akan kemukakan secara ringkas catatan tersebut yang pastinya tidak mencukupi.

Kelahiran

Syeikh Ahmed Hussin Deedat dilahirkan di Bandar Sirat, India pada tahun 1918. Tidak lama selepas kelahiran beliau, bapanya telah berhijrah ke Afrika Selatan. Apabila berusia sembilan tahun, ibunya meninggal dunia.Maka beliau mengikut jejak bapanya berpindah ke Afrika Selatan.
Di Afrika Selatan, Ahmed begitu cekap dalam pelajarannya serta cemerlang mengatasi rakan-rakan sebayanya, sekalipun berbeza bahasa dan mula kelihatan tanda-tanda keunggulan serta kepintarannya.. Tetapi kemiskinan telah menjadi penghalang antara dirinya dengan ilmu dan pembacaan yang sangat disukainya. Keluarlah Deedat yang masih muda meninggalkan sekolah peringkat pertengahan untuk mencari sumber rezeki bagi dirinya.

Menerima Tanggungjawab Segera

Deedat melakukan pelbagai kerja, sehinggalah apabila berusia lapan belas tahun pada tahun 1936, beliau bertugas di sebuah kedai milik orang Islam, terletak di kawasan yang jauh di pesisiran pantai selatan daerah Natal. Kedai itu bersebelahan dengan tempat Missionnari Kristian. Para pelajar Missionari ini selalu datang ke kedai tempat Deedat berkerja dan di situ ada orang-orang Islam yang lain. Pelajar-pelajar Kristian ini melontarkan penghinaan kepada mereka dengan memburuk-burukkan Agama Islam dan mencela Nabi saw.
Mengenai peristiwa ini Syeikh Deedat berkata:” Ketika itu saya belum memahami apa-apa berkenaan perkara yang mereka katakan. Yang saya tahu hanyalah saya seorang muslim..Nama saya Ahmed..Saya solat sebagaimana saya melihat bapa saya solat..Saya berpuasa sebagaimana dia lakukan, saya tidak memakan daging babi dan tidak minum arak, dan saya mengucapkan Syahadah – laa ilaha illalah, Muhammadur Rasulullah.

Menyatakan Kebenaran

Berkata lagi Syeikh Deedat:” Ketika itu Kalimah Syahadah ini bagi saya umpama kata-kata sihir yang saya tahu kalau saya sebutnya, saya selamat. Dan saya tidak tahu lebih dari itu. Tetapi keinginan semulajadi saya dan kecintaan saya kepada pembacaan meletakkan saya di permulaan jalan. Saya tidak berpada dengan hanya membaca surat khabar yang saya baca sepenuhnya. Saya sentiasa mencari di dalam timbunan, bahan-bahan tambahan seperti majalah atau terbitan berkala. Satu kali semasa sedang mencari ini, saya terjumpa sebuah buku, tajuknya di dalam tulisan latin (izharulhaq). Saya pun terbalikkannya, saya dapati tajuknya di dalam bahasa Inggeris “Revealed Truth”. Saya duduk membacanya. Saya dapati buku ini khusus untuk menjawab tuduhan dan rekaan para pendakyah Kristian di India. Ketika itu para penjajah mendapati orang-orang Islam merbahaya kepada mereka. Oleh itu mereka cuba mengKristiankan orang Islam dengan menanam di fikiran orang Islam ajaran “Barang siapa memukul peha kanan kamu, maka berilah dia peha kiri kamu”.Dengan itu mereka tidak menghadapi tentangan besar dari orang Islam.Kerana itu juga orang-orang Islam di sana terdedah kepada kempen pertubuhan Kristianisasi.Buku ini menerangkan teknik, uslub dan kemahiran tertentu.Ia menjelaskan cara memulakan perbincangan, cara melontarkan soalan, dan uslub menjawab ketika berdebat dengan pendakyah Kristian.
Muslimin di India telah berjaya di tengah-tengah meja yang menghadap mereka,secara khususnya melalui idea mengadakan perbahasan.

Kembali Kepada Para Pelajar Missionnari

Ejekan oleh para pelajar Missionnari Kristian ini telah menjadikan Deedat mula mengkaji. Dia membeli jilid pertama Bible dan mula membaca serta memahami. Kemudian dia membeli beberapa jilid Bible dari pelbagai versi. Beliau bersungguh-sungguh membacanya, kemudian membuat perbandingan di antara semua isi kandungan yang terdapat di dalamnya. Maka terbongkarlah percanggahan kontradik yang pelik. Dia pun bertanya kepada dirinya sendiri: Yang mana satu antara kitab-kitab Bible ini yang betul? Beliau meneruskan usahanya dengan mencatat percanggahan-percanggahan tersebut untuk dikemukakan di hadapan orang-orang yang selalu berdebat dengannya setiap hari di kedai.
Di dalam pertemuan kali kedua dengan para pelajar Missionnari beliau telah bersedia untuk berbahas dengan mereka, malah beliau menjemput mereka.Apabila para pelajar ini tidak mampu bertahan ketika berdepan dengan hujah-hujah,beliau secara individu menjemput pula guru-guru mereka yang terdiri dari para pendita di pelbagai kawasan.Sedikit demi sedikit minat dan sikap ambil tahu ini telah berubah menjadi suatu peranan dan jalan yang jelas untuk berdakwah.Beliau melalui banyak pusingan perdebatan dan telah berjaya.Beliau melakukannya selama tiga dekad di mana beliau telah menyampaikan beratus-ratus ceramah dan debat dengan para Bishop.Beliau juga telah menyusun lebih dari dua puluh buah buku, di antaranya:
-The Choice (Pilihan) yang terdiri dari beberapa siri
-“Adakah Bible Wahyu Allah?”
-“Al-Qur’an Mukjizat Terunggul”-“Isa Dalam Islam”
-“Arab dan Israel, Pertembungan atau Persefahaman?”
-“Persoalan Penyaliban Isa”…

Deedat Town?!

Allah telah mentakdirkan Ahmed Deedat bertemu dua orang individu yang berjasa besar dalam hidup dan dakwah beliau serta menyampaikan dakwahnya ke peringkat antarabangsa.
Pertama: Ghulam Hassan Fanka, seorang pemuda dari Afrika Selatan, bekelulusan Leasons dalam Perundangan, dan berkerja dalam perniagaan kasut. Dia dan Deedat dihimpunkan oleh kehalusan jiwa dan sikap ambil tahu berkenaan isu-isu Islam.
Ghulam bertemu Deedat di dalam ekspedisi pencarian, pengkajian dan pembacaan mendalam di bidang perbandingan agama. Beliau banyak membantu Deedat mendapat ilmu dan menggilap peribadi. Mereka berdua bersama-sama menjelajah bandar-bandar dan kampung-kampung kecil dalam Afrika Selatan. Pada tahun 1956, Ghulam membuat keputusan untuk menumpukan sepenuh masanya untuk dakwah. Kedua-dua orang tokoh ini telah mengasaskan “Maktab Dakwah” di sebuah apartmen sederhana di Bandar Durban. Dari situ mereka bergerak ke gereja-gereja dan sekolah-sekolah di dalam Afrika Selatan di mana Deedat mengadakan perdebatan-perdebatan yang hebat serta mudah difahami.
Individu kedua: adalah Salleh Mohamad. Beliau seorang tokoh hebat di kalangan orang-orang Islam dan beliau tinggal di Bandar Cape Town. Bandar ini terkenal dengan kepadatan penduduk Islam, begitu juga penguasaan dan monopoli oleh Kristian. Bandar ini juga mempunyai kedudukan ekonomi dan politik yang penting pada masa itu. Salleh Mohamad telah menjemput Deedat melawat Bandar tersebut, dan beliau mengatur program debat dengan para Bishop di sana. Oleh kerana bilangan mereka ramai dan keinginan mereka untuk berdebat, maka Deedat seolah-olah terpaksa menginap di Cape Town untuk selama-lamanya.

Menerusi program-program debatnya, Deedat telah memperolehi kedudukan yang tinggi di kalangan seluruh penduduk Cape Town yang membanjiri program debat beliau sehinggakan “Cape Town” terkenal dengan Deedat Town!!
Deedat menjelajah ke seluruh negara bersama rakan jalanannya. Program-program debat beliau telah menimbulkan keresahan di kalangan gereja dan di dalam masyarakat seluruhnya. Ianya menggoncang kefahaman dan kepercayaan yang sebelum ini telah teguh dan dianggap suci serta dapat mengubahnya. Berlaku kekosongan di dalam gereja selepas beratus-ratus orang berpindah kepada agama Islam dengan kehendak mereka sendiri kesan dari menghadiri program debat atau selepas melawat beliau di Maktab yang telah bertukar menjadi sebuah forum bagi para pelawat dan tetamu dari semua tempat.

Berpindah Ke Peringkat Antarabangsa

Dari Afrika Selatan, Deedat keluar ke dunia dalam sebuah program debat antarabangsa tahun 1977 di dewan Albert Holl, London…
Deedat berdebat dengan tokoh-tokoh agama Kristian yang hebat seperti: Clark-Jimi Swejert-Anise Shrosh dan lain-lain. Perdebatan beliau telah bergema di barat dan gemanya masih kedengaran sehingga ke hari ini. Perbincangan beliau berkaitan percanggahan yang wujud di antara empat versi kitab Bible telah menyebabkan gereja dan pusat-pusat pengajiannya serta universiti-universiti di barat mewujudkan satu bahagian khas untuk berdebat dengan Deedat serta mencatatnya dan meletakkannya di dalam kajian khusus untuk mematahkan hujah beliau, dan menghalang penyebarannya.

Jasa dan Karya Beliau

Syeikh Deedat terus berdakwah kepada Islam, mempertahankan dan membela Islam serta berdebat dan mengarang.Di antara jasa beliau dalam dakwah adalah:
-Mengasaskan Institut Salam untuk melatih para pendakwah, dan Pusat Antarabangsa Dakwah Islamiyah di Bandar (Durban), Afrika Selatan.
-Mengarang lebih dari dua puluh buah buku, antaranya yang terkenal:
The Choice (Pilihan) dalam beberapa siri.
Adakah Bible Wahyu Allah?
Al-Qur’an Mukjizat Terunggul
Isa Dalam Islam
Arab dan Israel, Pertembungan atau Persefahaman
Persoalan Penyaliban Isa
dan karya-karya lain yang dicetak bermilion-milion untuk diedarkan secara percuma, manakala perdebatan pula sebahagiannya dicetak. Beliau telah menyampaikan beribu-ribu ceramah di seluruh pelusuk dunia… Beliau pernah berkata: “Kalau diberi peluang kepada saya oleh para pembekal, nescaya saya akan penuhkan dunia dengan buku-buku Islam, khasnya buku Makna Al-Qur’an dalam bahasa Inggeris”.
Beliau diberikan Anugerah Al-Malik Faisal Antarabangsa tahun 1986 sebagai menghargai sumbangan besarnya dan diberi pangkat “Ustaz”.

Berdakwah Sehingga Ke Detik Terakhir

Pada 1996 Deedat mengalami lumpuh seluruh badannya. Semenjak itu beliau sentiasa terlantar sakit di katil. Tetapi beliau tidak berhenti sedetik pun dari berdakwah. Beliau melakukannya dengan menggunakan isyarat kedua-dua matanya. Dengan menggunakan isyarat tersebut, Syeikh meneruskan perbincangan dengan para pelawatnya dan orang-orang yang mendampinginya. Malah orang-orang yang berdialog dengan beliau menggunakan sejenis bahasa khas yang menyerupai sistem computer. Syeikh akan menggerakkan kelopak matanya dengan cepat mengikut jadual abjad dan memilih huruf, lalu menjadi perkataan, lalu menjadi ayat, dan ayat-ayat ini diterjemahkan pula oleh anak beliau Yusuf yang sentiasa berada di samping beliau. Anehnya, semasa sakit ini Syeikh berjaya menulis setiap hari hampir lima ratus pucuk surat dan beliau tidak berhenti berdakwah sehinggalah ajal datang menjemputnya di dalam keadaan sebagai seorang pejuang, pendakwah dan seorang yang sabar.
Kita memohon agar Allah melapangkan syurga baginya, dan semoga Allah menghimpunkan kita dan beliau bersama-sama para Ambiya, Siddiqin, Syuhada dan para Solihin.


[SUMBER]

Wednesday, August 11, 2010

Peristiwa Ramadhan Yang Dirindui....










Bulan Ramadhan bukan hanya terkenal sebagai pusat latihan ibadah kepada umat Islam, malah ia juga terkenal dengan peristiwa besar dalam sejarah Islam antaranya:

BULAN DITURUNKAN AL KITAB

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan. Bulan yang diturunkan di dalamnya (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk untuk manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pemisah antara yang benar dan salah. Para pakar tafsir dan hadis merekodkan, Allah juga menurunkan kitab-kitab dan suhuf iaitu kitab-kitab kecil selain Zabur, Taurat, Injil dan Al Quran kepada para rasul terdahulu pada bulan Ramadhan.

PERISTIWA BADAR

Pada hari Jumaat 2 Ramadhan tahun ke-2 Hijrah berlakunya perang pertama dalam Islam yang dikenali Perang Badar. Badar adalah nama tempat di sebuah lembah yang terletak di antara Madinah dan Mekah. Tentera Islam mengawal lokasi strategik dengan menguasai sumber air yang terdapat di situ. Perang ini melibatkan tentera Islam seramai 313 anggota berhadapan dengan 1,000 anggota tentera musyrikin Mekah yang lengkap bersenjata. Dalam peperangan ini, tentera Islam memenangi pertempuran dengan 70 tentera musyrikin terbunuh, 70 lagi ditawan manakala bakinya melarikan diri. Peperangan ini adalah suatu yang luar biasa apabila tentera Islam yang kurang jumlah, lemah daripada sudut kelengkapandan berpuasa dalam bulan Ramadhan memenangi pertempuran Perang Badar. Ini membuktikan puasa bukan penyebab umat Islam bersikap lemah dan malas sebaliknya berusaha demi mencapai keredhaan Allah. Orang yang berjuang demi mencapai kerdhaan Allah pasti mencapai kemenangan yang dijanjikan. Allah menegaskan dalam Surah Aali ‘Imran ayat 123 hingga 125. Sesungguhnya Allah menolong kamu dalam Perang badar, sedangkan pada masa itu kamu orang yang lemah. Sebab itu bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mensyukurinya.

ISLAM MEMBUKA KOTA MEKAH

Peristiwa ini berlaku pada 10 Ramadhan tahun ke-6 Hijrah. Peristiwa kemuncak ini berlaku apabila musyrikin Mekah melanggar perjanjian Hudaibiah yang termeterai dengan orang islam. Antara kandungan perjanjian ini menyebut, setiap suku Arab boleh memilih sama ada menjadi sekutu Muhammad ataupun sekutu Quraisy. Kedua-dua pihak tidak boleh berperang dalam tempoh 10 tahun dan tidak boleh membantu pihak lain berperang. Malangnya, dalam suku-suku Arab yang bersekutu itu, ada golongan yang bertelagah iaitu Bani bakar dan Khuza’ah. bani Bakar bersekutu dengan Quraisy Mekah manakala Khuza’ah memilih bersekutu dengan Nabi Muhammad. Pada satu malam, Bani Bakar dengan pertolongan Quraisy Mekah menyerang perkampungan suku Khuza’ah di lembah Watir. Apabila berita itu sampai ke pengetahuan Nabi Muhammad, beliau mengerahkan ratusan ribu umat Islam marake Mekah tanpa pengetahuan penduduk musyrikin Mekah. Beliau menolak sebarang rundingan dengan pihak Quraisy sehingga kemaraan umat Islam hanya diketahui apabila hampir memasuki Kota Mekah. Penduduk musyrikin menjadi jumlah yang kecil tanpa sebarang persiapan hanya bersembunyi di bukit, rumah ibadat dan rumah Abu Sufian. Akhirnya umat Islam memasuki kota Mekah tanpa sebarang pertumpahan darah. Peristiwa ini menggambarkan pertolongan Allah kepada hamba-hamba yang ikhlas kepadaNya. Allah menyebut dalam Al Quran Surah Al Fath ayat 1: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Sebahagian pakar tafsir Al Quran memberi maksud ‘kemenangan’ dengan kemenangan bermaksud membuka Mekah.

PERISTIWA PERJALANAN NABI MUHAMMAD SAW KE TABUK

Apabila pengaruh Nabi Muhammad SAW tersebar ke pelosok Semenanjung Tanah Arab, ia memberikan tamparan hebat kepada Rom yang menjadi kuasa besar pada masa itu. Lantas Herkules, Maharaja Rom Timur (Bizantin) memutuskan bagi menyekat pengaruh umat Islam dengan utara Tanah Arab. Apabila berita itu samapai ke pengetahuan Nabi Muhammad SAW, beliau mengarahkan umat Islam berkumpul bagi menghadapi Rom dan mengutip zakat. Pada masa itu tanah Arab dilanda panas dan kesusahan. Iman umat islam ketika itu benar-benar teruji. namun, mereka tetap taat kepada perintah Nabi Muhammad. Beliau sendiri memimpin tentera seramai 30,000 anggota ke utara Madinah. Apabila tentera Islam tiba di Tabuk, tentera Rom tidak berada di situ. Sebaliknya Rom menarik diri apabila mengetahui kemaraan tentera Nabi Muhammad SAW yang ramai. Tentera Islam terus mengasak Rom sehingga termeterai perjanjian antara Islam dan Rom. Sebagai persetujuan, Rom tunduk dan bernaung di bawah pemerintahan Nabi Muhammad SAW dan dikenakan cukai sebanyak 3,000 dinar setiap tahun.


ISLAM SAMPAI KE YAMAN

Yaman terletak di selatan Semenanjung Tanah Arab. Nabi Muhammad mengutuskan Ali bin Abu Talib dengan membawa surat beliau untuk penduduk Yaman khususnya suku Hamdan. Dalam tempoh satu hari, kesemua mereka memeluk agama Islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu berlaku pada bulan Ramadhan tahun ke-10 Hijrah.


KHALID BIN AL WALID MERUNTUHKAN BERHALA AL ‘UZZA

Selepas umat Islam membebaskan kota Mekah, Nabi Muhammad SAW menyucikannya dengan memusnahkan 360 patung di sekeliling Kaabah. Lima hari sebelum berakhirnya Ramadhan tahun ke-9 hijrah, beliau menghantar Khalid al Walid bagi memusnahkan patung al ‘Uzza di Nakhla. Menurut kepercayaan Arab jahiliyyah, al ‘Uzza adalah patung dewi terbesar di situ. Ia sering disebut oleh masyarakat Arab apabila melafazkan sumpah. Khalid al Walid melaksanakan tugas itu dengan bergerak menuju ke Nakhla lalu menghancurkan patung al ‘Uzza. Selepas itu, penyembahan patung pun berakhir.


PENYERAHAN BANDAR TAIF

Bandar Taif pernah mencatatkan sejarah apabila penduduknya menghalau Nabi Muhammad SAW semasa berdakwah di sana. Selepas beliau dan umat Islam berjaya membebaskan Mekah, golongan Bani Thaqif berkeras tidak mahu tunduk kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW dan tentera Islam mara ke Taif lalu mengepungnya dalam tempoh yang lama. Akhirnya rombongan mereka datang ke Mekah pada bulan Ramadhan tahun ke-9 Hijrah dengan menyerahkan bandar Taif sebagai tanda menyerah kalah. Patung al Laata yang dipuja sebelum ini dimusnahkan.


PEMBUKAAN ANDALUS (SEPANYOL)

Andalus adalah nama Arab yang diberikan kepada wilayah-wilayah bahagian Semenanjung Iberia yang diperintah oleh orang Islam selama beberapa waktu bermula tahun 711 hingga 1492 Masihi. Pada 28 Ramadhan tahun ke-92 Hijrah, panglima Islam bernama Tariq bin Ziyad dihantar pemerintahan Bani Umaiyah bagi menawan Andalus. Tariq memimpin armada Islam menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropah. Selepas pasukan tentera Islam mendarat, Tariq membakar kapal-kapal tentera Islam supaya mereka tidak berfikir untuk berundur. Akhirnya Andalus ditawan dan menyelamatkan rakyatnya yang dizalimi. Islam bertapak di Andalus selama lapan abad dan meninggalkan kesan tamadun yang tinggi nilainya kepada dunia barat.

PEPERANGAN ZALLAQAH; PORTUGAL

Peristiwa ini berlaku selepas subuh hari Jumaat, bulan Ramadhan tahun 459 Hijrah. Ketika itu, berlaku kebangkitan Dinasti Murabit di Afrika Utara. Gabenor Cordova, al Muktamin meminta bantuan Sultan Dinasti Murabit, Yusuf bin Tasyifin bagi memerangi al Fonso VI. Tentera Kristian yang diketuai oleh al Fonso VI yang berjumlah 80,000 tentera berjaya dikalahkan. Dalam masa yang singkat Sultan Yusuf berjaya menguasai seluruh Sepanyol dan menyelamatkan umat Islam. Selepas itu, Sepanyol Dinasti Murabit berdiri sejak 1090 hingga 1147 Masihi.

TENTERA ISLAM MENGALAHKAN TENTERA MONGOL

Pada tahun 126 hingga 1405 masihi, kaum Mongol melebarkan penaklukannya hampir kesemua benua Asia. Menurut rekod, empayar penaklukan mereka meliputi seluas 33 juta kilometer persegi. Jeneral tentera Mongol dikenali sebagai Genghis Khan. Dalam misi penaklukan itu, mereka membunuh melebihi sejuta rakyat negara yang ditakluki. Penaklukan mereka menjangkau hingga ke Moscow dan Kiev. Pada tahun 1258, tentera pimpinan Jeneral Hulagu Khan merempuh kota Baghdad zang menjadi kemegahan Dinasti Abbasiah. Dalam serangan itu, ramai umat Islam terbunuh dan banyak buku karangan sarjana Islam dibuang ke dalam Sunagi Furat dan Dajlah sehingga airnya menjadi hitam kerana dakwat. Pada 15 Ramadhan 658 Hijrah bersamaan 1260 Masihi, angkatan tentera Islam bangkit membuat serangan balas. Tentera Islam dan para ulama pimpinan Sultan Qutuz dari Dinasti Mamluk, Mesir mara ke Palestin selepas Mongol menguasainya. Kedua-dua pihak bertemu di ‘Ain Jalut. Dalam pertempuran itu, tentera ISlam meraih kemenangan dan berjaya menawan Kitbuqa Noyen, seorang Leftenan Kristian yang memberi nasihat kepada Hulagu Khan bagi menyerang Baghdad. Kitbuqa akhirnya dihukum bunuh. Kemenangan itu adalah suatu yang luar biasa apabila Mongol yang terkenal dengan keganasan akhirnya kalah kepada tentera Islam.

PEPERANGAN YAKHLIZ

Pada 15 Ramadhan 1294 Hijrah, bala tentera Islam Dinasti Uthmaniah yang dipimpin oleh Ahmad Mukhtar Basya dengan jumlah 34,000 anggota mengalahkan tentera Rusiayang berjumlah 740,000. Seramai 10,000 tentera Rusia terbunuh dalam pertempuran itu. Ia menjadi kebanggaan umat Islam mempertahankan agama yang diancam oleh kerajaan Tzar di Rusia.


TERTAWANNYA GARIS BAR LEV, ISRAEL

Dalam sejarah moden, berlaku Perang Yom Kippur yang melibatkan tentera Islam pakatan Mesir dan Syria dengan tentera Yahudi Israel pada 10 Ramadhan 1390 Hijrah bersamaan 6 Oktober hingga 22 atau 24 Oktober 1973 Masihi. Perang Yom Kippur, juga dikenali sebagai Peperangan Arab-Israel 1973, Perang Oktober, dan Perang Ramadhan. Ia adalah sebahagian daripada konflik Arab-Israel sejak dari tahun 1948. Pada bulan Jun 1967, berlaku Perang Enam Hari antara Israel dengan Mesir, Syria dan Jordan. Dalam pertempuran itu , Israel berjaya menduduki Bukit Golan, Syria di utara serta Semenanjung SInai, Mesir di selatan sehingga ke Terusan Suez. Selepas itu, Israel membina barisan pertahanan di SInai dan Bukit Golan. Pada tahun 1971, Israel memperuntukkan 500 juta dolar Amerika bagi membina kubu dan kerja tanah raksasa yang dinamai Garis Bar Lev sempena nama Jeneral Israel, Haim Ber Lev. Israel bermegah denga kubu Bar Lev yang didakwa ‘tidak dapat ditawan’ kerana mempunyai kekebalan dan teknologi peralatan yang canggih. Namun, tentera Islam berjaya menawan kubu itu sekaligus mengalahkan Israel. Antara peristiwa menarik dalam peperangan ini adalah peranan seorang sarjana Islam merangkap sebagai Imam Masjid Bandar Suez al Marhum, Syeikh Hafiz Salamahyang mengambilalih pimpinan operasi peperangan. Beliau menggantikan jawatan ini apabila gabenor daerah bersedia menyerah kalah. Akhirnya para mujahidin gabungan tentera Mesir, Syria dan penduduk bandar Suez berjaya megasak tentera Israel yang terpaksa berundur sehingga terpaksa menyerahkan Semenanjung Sinai dan Bukit Golan.


Dipetik dari Buku: Ramadan Tetamu yang di Rindui


Friday, May 21, 2010

Tariq bin Ziyad

Mengukir Karang dengan Namanya


Mendung hitam menggelayut di atas bumi Spanyol. Eropa sedangdikangkangi oleh penjajah, Raja Gotik yang kejam. Wanita merasaterancam kesuciannya, petani dikenakan pajak tanah yang tinggi, danbanyak lagi penindasan yang tak berperikemanausiaan.Raja dan anteknya bersukaria dalam kemewahan sedang rakyat merintihdalam kesengsaraan. Sebagian besar penduduk yang beragama Kristen danYahudi, mengungsi ke Afrika, berharap mendapat ketenangan yang lebihmenjanjikan. Dan saat itu Afrika, adalah sebuah daerah yang makmur danmempunyai toleransi yang tinggi karena berada di bawah naunganpemerintahan Islam.

Satu dari jutaan pengungsi itu adalah Julian, Gubernur Ceuta yangputrinya Florinda telah dinodai Roderick, raja bangsa Gotik. Merekamemohon pada Musa bin Nusair, raja muda Islam di Afrika untukmemerdekakan negeri mereka dari penindasan raja yang lalim itu.Setelah mendapat persetujuan Khalifah, Musa melakukan pengintaian kepantai selatan Spanyol. Bulan Mei tahun 711 Masehi, Tariq bin Ziyad,budak Barbar yang juga mantan pembantu Musa bin Nusair memimpin 12.000anggota pasukan muslim menyeberangi selat antara Afrika dan daratanEropa.

Begitu kapal-kapal yang berisi pasukannya mendarat di Eropa, Tariqmengumpulkan mereka di atas sebuah bukit karang, yang dinamai JabalTariq (karang Tariq) yang sekarang terkenal dengan nama Jabraltar. Diatas bukit karang itu Thariq memerintahkan pembakaran kapal-kapal yangtelah menyeberangkan mereka.Tentu saja perintah ini membuat prajuritnya keheranan. "Kenapa Andalakukan ini?" tanya mereka. "Bagaimana kita kembali nanti?" tanya yanglain.

Namun Tariq tetap pada pendiriannya. Dengan gagah berani ia berseru,"Kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya pilihan,menaklukkan negeri ini dan menetap di sini, atau kita semua syahid."Keberanian dan perkataannya yang luar biasa menggugah Iqbal, seorangpenyair Persia, untuk menggubahnya dalam sebuah syair berjudul"Piyam-i Mashriq":"Tatkala Tariq membakar kapal-kapalnya di pantai Andalusia (Spanyol),Prajurit-prajurit mengatakan, tindakannya tidak bijaksana. Bagaimanabisa mereka kembali ke negeri Asal, dan perusakan peralatan adalahbertentangan dengan hukum Islam. Mendengar itu semua, Tariq menghunuspedangnya, dan menyatakan bahwa setiap negeri kepunyaan Allah adalahkampung halaman kita."

Kata-kata Tariq itu bagaikan cambuk yang melecut semangat prajuritmuslim yang dipimpinnya. Bala tentara muslim yang berjumlah 12.000orang maju melawan tentara Gotik yang berkekuatan 100.000 tentara.Pasukan Kristen jauh lebih unggul baik dalam jumlah maupunpersenjataan. Namun semua itu tak mengecutkan hati pasukan muslim.

Tanggal 19 Juli tahun 711 Masehi, pasukan Islam dan Nasrani bertemu,keduanya berperang di dekat muara sungai Barbate. Pada pertempuranini, Tariq dan pasukannya berhasil melumpuhkan pasukan Gotik, hinggaRaja Roderick tenggelam di sungai itu. Kemenangan Tariq yang luarbiasa ini, menjatuhkan semangat orang-orang Spanyol dan semenjak itumereka tidak berani lagi menghadapi tentara Islam secara terbuka.

Tariq membagi pasukannya menjadi empat kelompok, dan menye-barkanmereka ke Kordoba, Malaga, dan Granada. Sedangkan dia sendiri bersamapasukan utamanya menuju ke Toledo, ibukota Spanyol. Semua kota-kotaitu menyerah tanpa perlawanan berarti. Kece-patan gerak dan kehebatanpasukan Tariq berhasil melumpuhkan orang-orang Gotik.

Rakyat Spanyol yang sekian lama tertekan akibat penjajahanbangsa Gotik, mengelu-elukan orang-orang Islam. Selain itu,perilaku Tariq dan orang-orang Islam begitu mulia sehinggamereka disayangi oleh bangsa-bangsa yang ditaklukkannya.

Salah satu pertempuran paling seru terjadi di Ecija, yang membawakemenangan bagi pasukan Tariq. Dalam pertempuran ini, Musa binNusair, atasannya, sang raja muda Islam di Afrika ikut bergabungdengannya.

Selanjutnya, kedua jenderal itu bergerak maju terus berdampingandan dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun seluruh dataran Spanyoljatuh ke tangan Islam. Portugis ditakluk-kan pula beberapa tahunkemudian.

"Ini merupakan perjuangan utama yang terakhir dan palingsensasional bagi bangsa Arab itu," tulis Phillip K.Hitti, "dan membawamasuknya wilayah Eropa yang paling luas yang belum pernah merekaperoleh sebelumnya ke dalam kekuasaan Islam. Kecepatan pelaksanaan dankesempurnaan keberha-silan operasi ke Spanyol ini telah mendapattempat yang unik di dalam sejarah peperangan abad pertengahan."

Penaklukkan Spanyol oleh orang-orang Islam mendorong timbuln-yarevolusi sosial di mana kebebasan beragama benar-benar diakui.Ketidaktoleranan dan penganiayaan yang biasa dilakukan orang-orangKristen, digantikan oleh toleransi yang tinggi dan kebaikan hati yangluar biasa.

Keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu, sehingga jikatentara Islam yang melakukan kekerasan akan dikenakan hukumanberat. Tidak ada harta benda atau tanah milik rakyat yang disita.Orang-orang Islam memperkenalkan sistem perpajakan yang sangat jituyang dengan cepat membawa kemakmuran di semenanjung itu danmenjadikan negeri teladan di Barat. Orang-orang Kristen dibiarkanmemiliki hakim sendiri untuk memutuskan perkara-perkara mereka. Semuakomunitas mendapat kesempatan yang sama dalam pelayanan umum.

Pemerintahan Islam yang baik dan bijaksana ini membawa efek luarbiasa. Orang-orang Kristen termasuk pendeta-pendetanya yang padamulanya meninggalkan rumah mereka dalam keadaan ketakutan, kembalipulang dan menjalani hidup yang bahagia dan makmur. Seorang penulisKristen terkenal menulis: "Muslim-muslim Arab itu mengorganisirkerajaan Kordoba yang baik adalah sebuah keajaiban Abad Pertengahan,mereka mengenalkan obor pengetahuan dan perada-ban, kecemerlangan dankeistimewaan kepada dunia Barat. Dan saat itu Eropa sedang dalamkondisi percekcokan dan kebodohan yang biadab."

Tariq bermaksud menaklukkan seluruh Eropa, tapi Allahmenentukan lain. Saat merencanakan penyerbuan ke Eropa, datangpanggilan dari Khalifah untuk pergi ke Damaskus. Dengan disiplin dankepatuhan tinggi, Tariq memenuhi panggilan Khalifah dan berusahatiba seawal mungkin di Damaskus. Tak lama kemudian, Tariq wafatdi sana. Budak Barbar, penakluk Spanyol, wilayah Islam terbesar diEropa yang selama delapan abad di bawah kekuasaan Islam telah memenuhipanggilan Rabbnya. Semoga Allah merahmatinya. Tamat(her)

Friday, February 26, 2010

Mengingat detik-detik terakhir Rasululah


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

– Perjalanan dakwah kita masih panjang. Mari mengingat sedikit sirah…untuk melunakkan hati kita yang mungkin telah menjadi keras dengan kemaksiatan yang telah kita lakukan (nau’dzubillah). Mengingat kembali betapa Rasulullah yang mulia sangat mencintai kita. Sehingga tak layak bagi kita yang tingkat ketaqwaannya jauh dari Rasulullah untuk memikirkan cinta selain pada-Nya dan selain pada Rasulullah shalallahu’alaihi wassallam. Mari kita mulai kembali perjalanan dakwah ini dengan penuh kerinduan pada Rasulullah dan kebersihan hati serta ketakutan pada pengawasan Allah Yang Maha Menyaksikan –

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang yang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di
luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii!” – “Umatku, umatku, umatku”

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

“Allaahumma Shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Al faatihi lima ughliqa wal khaatimi limaa sabaqa wanaashiril haqqi bil haqqi walhaadii ilaa shiraathal mustaqiimi wa’alaa aalihi wa shahbihi haqqa qadrihi wa miqdaarihil azhiimi…”

“Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yg membuka apa yang tertutup dan menutup segala yang dahulu, penolong yang hak dengan yg hak dan yg menunjukan kejalan yg benar, dan kepada para keluarga dan sahabatnya hingga pangkat dan kekuasaannya yg besar,amin”

Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat


[sumber]

Thursday, February 25, 2010

Mengingatimu ,Wahai Manusia Agung..RasuluLlah saw

Hissan bin Thabit r.a., seorang sahabat Rasulullah s.a.w. menuturkan sajak yang memuji Rasulullah s.a.w.:

يا ركن معتمد وعصمة لائـذ ومـلاذ منتـجـع وجـار مجـاور
يا من تخـيّـره الإلـه لخلقه فحبـاه بالخلـق الزكـي الطاهـر
أنت النبي وخير عصبـة آدم يـا مـن يجود كفيـض بـحر زاخر
ميكال معك وجبرئيل كلاهما مــدد لنصـرك مـن عزيـز قادر

Maksudnya:

"Wahai tiang, tempat bersandarnya orang yang bersandar,
Tempat berlindung orang yang berlindung kepadanya,
Tempat meminta tolong orang yang kesusahan,
Dan penyelamat orang yang memohon penjagaan!
Wahai makhluk pilihan Allah bagi makhlukNya,
Maka Allah menganugerahkan kepadanya akhlak yang suci,
Engkau adalah Nabi dan sebaik-baik keturunan Adam,
Wahai Nabi yang Pemurah bagai limpahan lautan yang luas,
Mikail dan Jibril selalu menyertaimu.
Kedua-duanya bersedia untuk menolongmu,
Sebagai bantuan daripada Tuhan yang Maha Mulia lagi Maha Perkasa


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini


lihat ini juga:http://sultangurun.multiply.com/journal/item/101/Sajak_Ya_Rasulullah_1

Tuesday, February 23, 2010

Maulid Nabi S.A.W.

Maulid Nabi S.A.W.
www.iLuvislam.com
buluh*
editor : kasihsayang



PENGENALAN

Sambutan memperingati Maulid (kelahiran) Nabi Muhammad S.A.W. bukanlah suatu perkara yang asing di dalam masyarakat kita. Tanggal 12 Rabiulawal setiap tahun inilah umat Islam akan memenuhi ruang masjid ataupun kawasan-kawasan terpilih untuk menyambut Maulidul Rasul dengan diadakan pelbagai acara seperti: Membaca al-Quran dan berceramah mengenai sirah baginda S.A.W. ataupun beselawat serta berzanji dan pelbagai acara lagi dan pada akhirnya kadang-kala diadakan sedikit jamuan. Mimbar-mimbar Jumaat juga tidak terlepas dari berkhutbah dengan penuh bersemangat untuk menyatakan cintanya umat ini terhadap baginda S.A.W.

Jika kita lihat sirah baginda S.A.W. maka kita dapati bahawa Rasulullah S.A.W. tidak pernah merayakan ulangtahun hari kelahirannya secara khusus sepertimana yang kita lihat pada waktu ini. Namun baginda hanya berpuasa pada hari Isnin kerana baginda dilahirkan pada hari itu. Dan perkara ini berlarutan (tidak merayakan sambutan Maulidur Rasul) sehinggalah selepas 300 tahun baginda wafat.

Pelbagai kenyataan dan kajian telah dinyatakan (berlaku sedikit khilaf) mengenai tarikh sebenar dan siapakah yang mula-mula mengadakan sambutan Maulidur Rasul ini. Di antaranya dikatakan bahawa bermula sambutan Maulidur Rasul ini secara besar-besaran pada zaman Fatimiyah di Mesir di bawah penguasa Muiz Lidinillah (memerintah sekitar tahun 341 H hingga 365 H). Dan pendapat lain ada menyatakan bahawa Sultan Atabeq Nuruddin (meninggal pada 569 H) adalah penguasa yang pertama merayakan Maulidur Rasul. Sebahagian ahli sejarah pula menyatakan bahawa Sultan Salahuddin Al-Ayubi adalah tokoh yang pertama merayakan Maulidur Rasul ini (namun pendapat ini disangsikan oleh pelbagai pihak). Pendapat lain lagi mengaitkan Abu Said Kaukabri bin Zainuddin Aly bin Baktikin sebagai orang pertama merayakan Maulidur Rasul ini.

KEPUTRAAN NABI MUHAMMAD S.A.W.

Adapun nasab keturunan baginda S.A.W. adalah: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutalib bin Hashim bin Abdul Manaf. Dikatakan bahawa nasib baginda S.A.W. ini sampai kepada Nabi Ismail A.S.

Nabi Muhammad S.A.W. lahir pada tahun Gajah iaitu tahun tentera Abrahah melanggar masuk untuk menyerang dan menawan kota Makkah. Namun percubaan untuk menawan Kaabah ini menemuni jalan kegagalan apabila Allah Taala mengantar sekumpulan burung Ababil untuk memusnahkan angkatan tentera Abrahah itu dalam sekelip mata sahaja. Mengikut pendapat yang paling hampir bahawa baginda S.A.W. telah dilahirkan pada 12 Rabiulawal tahun itu (terdapat juga beberapa pendapat lain lagi).

Baginda S.A.W. adalah seorang yatim ketika dilahirkan. Bapanya wafat ketika usia baginda S.A.W. dua tahun dalam kandungan ibunya. Setelah dilahirkan baginda S.A.W. dipelihara oleh datuknya Abdul Mutalib kemudian disusukan oleh Halimah binti Abi Zuwaib dari puak Bani Saad Bakri.

Kampung Bani Saad pada ketika itu mengalami kemarau yang teruk. Setelah sampai Nabi Muhammad S.A.W. untuk menyusu maka kampung tersebut berubah dari sebuah kampung yang tandus kepada sebuah kampung yang subur lagi menghijau. Di kampung ini jugalah baginda S.A.W. telah dibedah perut oleh malaikat ketika usia baginda lima tahun. Ini adalah di antara keberkatan dan mukjizat baginda S.A.W. yang telah dikurniakan oleh Allah Taala.

Ibu baginda S.A.W. telah wafat ketika usia baginda enam tahun. Ini menyebabkan baginda S.A.W. menjadi yatim piatu. Kemudian baginda dipelihara dan dididik pula oleh datuknya Abdul Mutalib sehingga usia baginda lapan tahun. Setelah datuknya meninggal dunia baginda dipelihara oleh bapa saudaranya Abu Talib.

PANDANGAN ULAMA TERHADAP MAULID

Pendapat Pertama:

Merayakan Maulidul Rasul adalah haram.

Pendapat Kedua:

Perayaan sambutan Maulidur Rasul adalah boleh.

ANTARA HUJJAH PENDAPAT YANG MEMBOLEHKAN


Di sini saya tidaklah bercadang untuk menyatakan kedua-dua hujjah (yang membolehkan dan yang mengharamkan) akan tetapi saya cuma mendatangkan hujjah dari pihak yang membenarkan sahaja. Ini kerana saya berpegang dengan pendapat yang mengatakan sambutan Maulidur Rasul adalah boleh selagimana tidak terdapat perkara-perkara mungkar di dalamya. Di sini saya bawakan beberapa hujjah yang menyokong kenyataan saya ini:

Pertama:

Al-Hadis bermaksud: Diringankan Abu Lahab pada tiap-tiap hari Isnin dengan sebab dia membebaskan hambanya Thaubiyah kerana menggembirakannya dengan kelahiran al-Mustafa S.A.W. (Riwayat al-Bukhari).


Kegembiraan seorang penentang Islam di atas kelahiran Rasulullah S.A.W. dapat meringankan siksanya di neraka pada setiap hari Isnin. Jika orang kafir yang di neraka juga diringankan siksanya kerana kegembiraan menyambut kelahiran baginda S.A.W. maka apatah lagi orang Islam yang bergembira dengan kelahiran Rasulullah S.A.W.

Kedua:

Rasulullah S.A.W. sendiri membesarkan hari kelahirannya serta mensyukuri segala nikmat pemberian Allah Taala ke atas baginda pada hari tersebut. Semua ini dilahirkan melalui ibadat puasa sunat baginda S.A.W. pada setiap hari Isnin.

Dari Abu Qatadah bermaksud: Sesungguhnya Rasulullah S.A.W. ditanya tentang puasa hari Isnin. Baginda menjawab: Padanya aku dilahirkan dan padanya diturunkan (al-Quran) ke atasku. (Riwayat Muslim).

Ketiga:

Bergembira dengan Rasulullah S.A.W. adalah dituntut.

Firman Allah Taala bermaksud:

Katakanlah dengan kelebihan Allah dan rahmatNya maka demikian hendaklah mereka bergembira. (Surah Yunus: Ayat 58).

Allah Taala menyuruh kita supaya bergembira dengan rahmatNya maka Rasulullah S.A.W. adalah sebesar-besar rahmat.

Firman Allah Taala bermaksud:

Dan tidaklah Kami utuskan kamu kecuali sebagai rahmat kepada sekalian alam. (Surah Al-Anbiya: Ayat 107).

Keempat:

Maulidur Rasul akan menganjurkan kita untuk sentiasa berselawat dan salam yang sangat dituntut ini kepada baginda S.A.W.

Firman Allah Taala bermaksud:

Sesungguhnya Allah dan malaikatNya berselawat (memberi segala penghormatan dan kebaikkan) kepada Nabi (Muhammad S.A.W), wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya. (Surah al-Ahzab: ayat 56).

Kelima:

Sambutan maulid adalah satu amalan baik yang diterima ulama dan umat Islam di serata tempat. Ia dilakukan di setiap penjuru dunia dan ia tentulah dituntut berdasarkan kaedah yang telah diterima pakai dari sebuah hadis Ibnu Masud:

Apa yang dilihat umat Islam baik maka ia juga baik di sisi Allah dan apa yang dilihat umat Islam buruk maka ia juga buruk di sisi Allah. (Riwayat Ahmad).

Untuk lebih memahami bolehlah juga merujuk artikel saya sebelum ini bertajuk: Bidaah Satu Erti Yang Disalahgunakan.

ANTARA PENDAPAT ULAMA MENGENAI MAULID

Imam Jalaluddin Al-Sayuti (Lihat kitab: Husnul Maqsad Fi Amal Maulid).

Beliau ditanya tentang hukum perayaan Maulid pada bulan Rabiulawal: Apakah orang yang merayakannya mendapat pahala? Beliau menjawab: Perayaan Maulid pada hakikatnya ialah mengumpulkan kebanyakkan orang untuk membaca beberapa ayat al-Quran. Kemudian menjelaskan jalan-jalan dakwah sejak mula diutuskannya Rasulullah. Acara itu diisi dengan menghidangkan makanan sebelum para hadirin kembali ke tempat masing-masing. Dengan tidak berlebihan saya katakan bahawa perayaan semacam itu tergolong dalam bidaah hasanah yang bila dilakukan akan mendapat pahala. Mereka telah mengagungkan kedudukan Nabi S.A.W. dan menyatakan kesyukuran mereka di atas kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. sebagai penghulu umat.

Syeikh al-Islam Ibnu Taimiyah
(Lihat kitab: Iqtidha as-Shirath al-Mustaqin).

Berkata Syeikh Islam Ibnu Taimiyah: Memuliakan Maulid dan merayakannya setiap tahun seperti yang dilakukan oleh sesetengah orang akan mendapat ganjaran pahala daripada Allah Taala kerana niatnya baik dan memuliakan Rasulullah S.A.W.

Terdapat ramai lagi ulama yang turut membolehkan sambutan Maulidur Rasul ini antaranya seperti: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Al-Allamah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, Syeikh Muhammad al-Khazraji, al-Muhaddith Syeikh Dr. Al-Sayyid Muhammad bin al-Sayyid Alawi al-Maliki, Syeikh Atiyah Saqar, Syeikh Prof. Dr. Yusof al-Qaradhawi, Syeikh Prof. Dr. Ali Jumaah dan lain-lain lagi.

PERINGATAN PENTING

Kaedah Fiqhiyah menyatakan bermaksud:

Tidak boleh dibantah sesuatu hukum yang berlaku khilaf di kalangan fuqaha. Hanya yang boleh dibantah ialah perkara mungkar yang disepakati oleh para ulama di atas pengharamannya.

(Sila lihat kitab al-Asybah Wa al-Nazair Fi Qawaid Wa Furu Fiqh al-Syafiiyah karangan Imam Jalaluddin Al-Sayuti).

Maksud kaedah ini (di atas) secara lebih jelas ialah kita tidak boleh menafikan, membantah, atau menuduh bidaah lagi sesat dan sebagainya kepada orang lain yang memilih salah satu pendapat dalam perkara agama yang berlaku perselisihan pendapat ulama padanya. Malangnya jika dilihat fenomena hari terdapat segelintir golongan yang menceburi lapangan dakwah Islamiah menyanggah kaedah ini. Mereka dengan sewenang-wenangnya mengeluarkan perkataan yang kesat kepada orang yang berpegang dengan perkara khilafiyyah yang tidak sealiran dengan mereka dengan mengkafirkan, memfasiqkan dan membidaahkan golongan tersebut. Malah mereka hanya menyeru orang lain supaya memahami dan menerima pendapat mereka sahaja sedangkan mereka tidak melihat terlebih dahulu keadaan tempat dan suasana pada ketika itu. Inilah antara masalah terbesar yang menimbulkan banyak kesan negatif kepada umat Islam semenjak sekian lama.

PENUTUP

Suka saya mengambil kata-kata al-Muhaddith Syeikh Dr. Al-Sayyid Muhammad bin al-Sayyid Alawi al-Maliki seperti berikut:

Bahawa sesiapa yang hendak menolak perayaan ini atau perhimpunan mengingati Maulidur Rasul atau merayakan kelahirannya atau kehidupannya pada musim tertentu dengan alasan para salaf tidak pernah melakukannya maka alasan itu bukanlah satu dalil yang boleh diterima bahkan ia tidak berdalil langsung.

Di sini saya ingin menyeru kepada semua umat Islam agar sentiasa mengingati serta mendalami sirah baginda S.A.W. dan mengambil pengajaran daripadanya. Sayangilah dan hormatilah baginda S.A.W.

-----

* buluh adalah nama pena bagi Ustaz Rashidi, salah seorang moderator agama iLuvislam. Beliau aktif menulis dalam blog peribadinya, http://buluh.iluvislam.com

MAULIDURRASUL SAW 1431H




Dapatkan Mesej Bergambar di Sini


SALAM MAULIDURRASUL DARI MYSOFF01 UNTUK SEMUA
CINTAI RASULULLAH DALAM MASA YANG SAMA MENGIKUTI SUNNAH BAGINDA, BUKAN HANYA CINTA SAHAJA PADA BAGINDA, TETAPI TIDAK MENGIKUTI SUNNAH BAGINDA, SEPERTI ABU TALIB DAN ABU LAHAB

Friday, December 11, 2009

Masjid Paling Aneh di Dunia







Masjid Paling Aneh di Dunia

Bentuknya sederhana benar, namun jemaah sudah berdatangan dari penjuru desa sebelum waktu solat masuk

Mungkin kita tak percaya jika tidak melihat faktanya. Seorang yang tidak kaya, bahkan tergolong miskin, namun mampu membangun sebuah Masjid di Turki. Nama masjidnya pun paling aneh di dunia, iaitu “Shanke Yadem” (Anggap Saja Sudah Makan). Sangat aneh bukan? Di sebalik masjid yang namanya paling aneh tersebut ada cerita yang sangat menarik dan mengandungi pelajaran yang sangat berharga bagi kita.

Ceritanya begini :

Di sebuah kawasan Al-Fateh, di pinggiran kota Istanbul ada seorang yang wara’ dan sangat sederhana, namanya Khairuddin Afandi. Setiap kali ke pasar dia tidak membeli apa-apa. Saat merasa lapar dan ingin makan atau membeli sesuatu, seperti buah, daging atau manisan, dia berkata pada dirinya: Anggap saja sudah makan yang dalam bahasa Turkinya “ Shanke Yadem” .

Nah, apa yang dia lakukan setelah itu? Wang yang sepatutnya digunakan untuk membeli keperluan makanannya itu dimasukkan ke dalan kotak (tromol)… Begitulah yang dia lakukan setiap bulan dan sepanjang tahun. Dia mampu menahan dirinya untuk tidak makan dan belanja kecuali sebatas menjaga kelangsungan hidupnya saja.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun Khairuddin Afandi konsisten dengan amal dan niatnya yang kuat untuk mewujudkan impiannya membangun sebuah masjid. Tanpa terasa, akhirnya Khairuddin Afandi mampu mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid kecil di daerah tempat tinggalnya. Bentuknyapun sangat sederhana, sebuah pagar persegi empat, ditandai dengan dua menara di sebelah kiri dan kanannya, sedangkan di sebelah arah kiblat ditengahnya dibuat seperti mihrab.

Akhirnya, Khairuddin berhasil mewujudkan cita-ciatanya yang amt mulia itu dan masyarakat di sekitarnyapun kehairanan, bagaimana Khairuddin yang miskin itu di dalam dirinya tertanam sebuah cita-cita mulia, iakni membangun sebuah masjid dan berhasil dia wujudkan. Tidak bayak orang yang menyangka bahwa Khairudin ternyata orang yang sangat luar biasa dan banyak orang yang kaya yang tidak mampu berbuat kebaikan seperti Khairuddin Afandi.

Setelah masjid tersebut berdiri, masyarakat penasaran apa gerangan yang terjadi pada Khiruddin Afandi. Mereka bertanya bagaimana ceritan seorang yang miskin berjaya membangun masjid. Setelah mereka mendengar cerita yang sangat menakjubkan itu, merekapun sepakat memberi namanya dengan: “Shanke yadem” (Angap Saja Saya Sudah Makan).

Subhanallah! Sekiranya orang-orang kaya dan memiliki penghasilan lebih dari kaum Muslimin di dunia ini berfikir seperti Khairuddin, berapa banyak dana yang akan terkumpul untuk kaum fakir miskin? Berapa banyak masjid, sekolah, rumah sakit dan fasilitas hidup lainnya yang dapat dibangun? Berapa banyak infra struktur yang dapat kita realisasikan, tanpa harus meminjam ke lembaga dan Negara yang memusuhi Islam dan umatnya?

Jemaah yang melimpah, tanda keberkahan dan amal soleh dari harta yang halal dan bersih

Kalaulah kaum Muslimin saat ini memiliki konsep hidup sederhana dan mementingkan kehidupan akhirat dan mengutamakan istana di syurga ketimbang rumah di dunia, seperti yang dimiliki Khairuddin Afandi, pastilah umat ini mampu meninggalkan yang haram dan syubhat dalam hidup mereka. Mereka pasti mampu mengalahkan syahwat duniawi yang menipu itu. Sebagai hasilnya, pastilah negeri-negeri Islam akan berlimpah keberkahan yang Allah bukakan dari langit dari bumi. Kenyataannya adalah sebaliknya.(Q.S. Al-A’raf / 7 : 96) Maka ambil pelajaranlah wahai orang-orang yang menggunakan akal sehatnya!

Note : (FJ)Dari buku “Keajaiban Sejarah Ustmani”, oleh : Ust. Urkhan Mohamad Ali

sumber :

http://ambuyatel-binangkit.blogspot.com/2009/11/masjid-paling-aneh-di-dunia-gambar.html

http://satuumat.blogspot.com/2009/11/masjid-paling-aneh-di-dunia.html





Monday, November 30, 2009

Luqman

"Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah. Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji."

Para ulama salaf berikhtilaf mengenai Luqman: apakah dia seorang nabi atau hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian? Mengenai hal ini ada dua pendapat. Mayoritas ulama berpendapat bahwa dia adalah hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian. Menurut Ibnu Abbas, Luqman adalah seorang hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Sementara Jabir bin Abdillah mengidentifikasikan Luqman sebagai orang bertubuh pendek dan berhidung pesek. Sedangkan Said bin Musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari kota Sudan, memiliki kekuatan, dan mendapat hikmah dari Allah, namun dia tidak menerima kenabian.

Selanjutnya, Ibnu Jarir berpendapat bahwa Luqman adalah seorang hamba sahaya berbangsa Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Suatu kali, majikannya berkata kepada Luqman, "Sembelihkan domba ini untuk kami." Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, "Ambillah bagian dagingnya yang terbaik." Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Si Majikan diam selama beberapa saat, lalu berkata, "Sembelihkan domba yang ini untuk kami." Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, "Ambillah bagian dagingnya yang terburuk." Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Kemudian si majikan berkata, "Aku menyuruhmu mengambil dua bagian daging domba yang terbaik, lalu kamu melaksanakannya dan akupun menyuruhmu mengeluarkan bagian domba yang terburuk, lalu kamu mengambil daging yang sama." Luqman berkata, "Sesunguhnya tiada perkara yang lebih baik daripada lidah dan hati jika keduanya baik dan tiada perkara yang lebih buruk daripada lidah dan hati jika keduanya buruk."

Suatu kali dia didatangi seseornag, lalu bertanya, "Apa yang dapat mengantarkanmu kepada kebajikan dalam bertutur?" Luqman menjawab, :Berkata jujur dan tidak mengatakan hal yang tidak penting."

Dari keterangan di atas jelaslah bahwa Luqman adalah seorang hamba yang menjadi sahaya, dan kesahayaan menghambatnya untuk menjadi nabi, sebab para rasul yang diutus itu berasal dari kalangan keluarga terpandang diantara kaumnya. Karena itu mayoritas ulama salaf memandang Luqman bukan sebagai nabi.

Luqman pun pernah ditanya ihwal prestasi yang dicapainya. Dia menjawab. "Hai anak saudaraku, jika engkau menyimak apa yang aku katakan kepadamu, kamupun akan berprestasi seperti aku." Lalu Luqman berkata, "Aku menjaga mengontrol pandanganku, mejaga lidahku, menjaga kesucian makananku, memelihara kemaluanku, berkata jujur, memenuhi janjiku, menghormati tamuku, memelihara hubungan baik dengan tetanggaku, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Itulah yang membuat diriku seperti yang kamu lihat."

Firman Allah Ta'al, "Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, " yaitu pemahaman, ilmu, tuturan yang baik, dan pemahaman Islam, walaupun dia bukan nabi dan tidak menerima wahyu. "Yaitu, Bersyukurlah kepada Allah." Yakni, Kami menyuruhnya bersyukur kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung atas karunia yang telah diberikan secara khusus kepadanya, tidak diberikan kepada manusia sejenis yang hidup pada masa itu.

Kemudian Allah berfirman, "Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri." Sesungguhnya manfaat bersyukur itu berpulang kepada orang-orang yang bersyukur itu sendiri, karena Allah berfirman, 'Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji." Dia tidak membutuhkan hamba dan Dia tidak mendapat mudarat jika seluruh penduduk bumi ingkar, sebab Dia tidak membutuhkan perkara selain-Nya. Karena itu, tidak ada tuhan melainkan Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya.


_____________________________________________

Renungan bersama:








Thursday, November 19, 2009

SYAHID SELEPAS MENGUCAPKAN SYAHADAH

Suatu ketika tatkala Rasulullah S.A.W sedang bersiap di medan perang Uhud, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga. Seorang lelaki yang bernama Amar bin Thabit telah datang menemui baginda. Dia rupanya ingin masuk Islam dan akan ikut perang bersama Rasulullah S.A.W. Amar ini berasal dari Bani Asyahali. Sekalian kaumnya ketika itu sudah Islam setelah tokoh yang terkenal Saad bin Muaz memeluk Islam. Tetapi Amar ini enggan mengikut kaumnya yang ramai itu. Keangkuhan jahiliyyah menonjol dalam jiwanya, walaupun dia orang baik dalam pergaulan. Waktu kaumnya menyerunya kepada Islam, ia menjawab, "Kalau aku tahu kebenaran yang aku kemukakan itu sudah pasti aku tidak akan mengikutnya." Demikian angkuhnya Amar.

Kaum Muslimin di Madinah pun mengetahui bagaimana keanehan Amar di tengah-tengah kaumnya yang sudah memeluk Islam. Ia terasing sendirian, hatinay sudah tertutup untuk menerima cahaya Islam yang terang benderang. Kini dalam saat orang bersiap-siap akan maju ke medan perang, dia segera menemui Nabi S.A.W, menyatakan dirinya akan masuk Islam malah akan ikut berperang bersama angkatan perang di bawah pimpinan Nabi S.A.W. Pedangnya yang tajam ikut dibawanya.
Nabi S.A.W menyambut kedatangan Amar dengan sangat gembira., tambah pula rela akan maju bersama Nabi Muhammad S.A.W. Tetapi orang ramai tidak mengetahui peristiwa aneh ini, kerana masing-masing sibuk menyiapkan bekalan peperangan. Di kalangan kaumnya juga tidak ramai mengetahui keIslamannya. Bagaimana Amar maju sebagai mujahid di medan peperangan. Dalam perang Uhud yang hebat itu Amar memperlihatkan keberaniannya yang luar biasa. Malah berkali-kali pedang musuh mengenai dirinya, tidak dipedulikannya. Bahkan dia terus maju sampai saatnya dia jatuh pengsan.

"Untuk apa ikut ke mari ya Amar !" Demikian tanya orang yang heran melihatnya, sebab sangka mereka dia masih musyrik. Mereka kira Amar ini masih belum Islam lalau mengikut saja pada orang ramai. Dalam keadaan antara hidup dan mati itu Amar lalu berkata, "Aku sudah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, lalu aku siapkan pedangku dan maju ke medan perang. Allah akan memberikan syahidah padaku dalam waktu yang tidak lama lagi."
Amar meninggal. Rohnya mengadap ke hadrat Illahi sebagai pahlawan syahid. Waktu hal ini diketahui Rasul S.A.W, maka baginda pun bersabda,, "Amar itu nanti akan berada dalam syurga nantinya." Dan kaum Muslimin pun mengetahui akhir hayat Amar dengan penuh takjub, sebab di luar dugaan mereka. Malah Abu Hurairah r.a sahabat yang banyak mengetahui hadith Nabi S.A.W berkata kaum Muslimin, "Cuba kamu kemukakan kepadaku seorang yang masuk syurga sedang dia tidak pernah bersyarat sekalipun juga terhadap Allah."

"Jika kamu tidak tahu orangnya." Kata Abu Hurairah r.a lagi, lalu ia pun menyambung, ujarnya, "Maka baiklah aku beritahukan, itulah dia Amar bin Thabit."
Demikianlah kisah seorang yang ajaib, masuk syurga demikian indahnya. Ia tidak pernah solat, puasa dan lain-lainnya seperti para sahabat yang lain, sebab dia belum memeluk Islam. Tiba-tiba melihat persiapan yang hebat itu, hatinya tergerak memeluk Islam sehingga ia menemui Nabi S.A.W . Ia menjadi Muslim, lalu maju ke medan perang, sebagai mujahid yang berani. Akhirnya tewas dia dengan mendapat syahadah iaitu pengakuan sebagai orang yang syahid. Mati membela agama Allah di medan perang. Maka syurgalah tempat bagi orang yang memiliki julukan syahid. Nabi S.A.W menjamin syurga bagi orang seperti Amar ini.

Friday, August 28, 2009

Sajak Sayyid Qutub

SEORANG pejuang menegakkan kalimah tauhid, Sayyid Qutb, kembali ke rahmatullah 41 tahun lalu. Tokoh dilahirkan pada 9 Oktober itu adalah penulis kitab Fi Zilal Al-Quran, Ma'alim Fi Tariq dan Al-Mustaqbal li haza ad-Din.
--------------------------------------------

Sahabat,

Andainya kematian kau tangisi

Pusara kau siram dengan air matamu

Maka di atas tulang belulangku yang sudah luluh

Nyalakanlah obor untuk umat ini

Dan ...

Lanjutkanlah gerak merebut kemenangan



Sahabat,

Kematianku hanyalah suatu perjalanan

Memenuhi panggilan kekasih yang merindu

Taman-taman indah di syurga Allah

Terhampar menanti

Burung burungnya berpesta menyambutku

Dan berbahagilah hidupku disana


Sahabat,

Puaka kegelapan pasti kan lebur

Fajar kan menyingsing

Dan alam ini kan disinari cahaya lagi

Relakanlah rohku terbang menjelang rindunya

Jangan gentar berkelana ke alam abadi

Disana ... cahaya fajar memancar



Al-Maghfurulahy Al-'Arif Billah

Asy-Syahid Sayyid Ibnu Qutb Ibrahim

Isnin 13 Jumadil Awal 1386


SUMBER

Wednesday, August 26, 2009

KELOMPOK MINORITI ORANG BERIMAN DAPAT MENGALAHKAN ORANG KAFIR YANG JUMLAHNYA LEBIH BESAR



Salah satu mukjizat dari Allah yang diberikan kepada orang-orang yang beriman, meskipun mereka berjumlah sedikit adalah bahawa mereka dapat mengalahkan musuh-musuh mereka dengan Kehendak Allah. Ini merupakan rahia penting yang diungkapkan Allah dalam beberapa ayat sehingga menjadikan orang-orang kafir tertipu. Sebagaimana dapat dilihat dalam kisah tentang Thalut, Allah menjadikan orang-orang beriman memperoleh kemenangan Kerana ketaatan mereka, meskipun mereka berjumlah sedikit. Allah mengakhiri kisah tentang Thalut dengan kata-kata sebagai berikut:

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.s. al-Baqarah: 249).


Dengan Bersabar, Orang-orang Beriman akan Memperoleh Kekuatan Besar

Sebagaimana sering kali ditekankan dalam buku ini (Beberapa Rahasia Al-Quran-Harun Yahya), terdapat banyak rahasia yang tersembunyi dalam berbagai ayat al-Qur'an. Salah satu di antara rahasia-rahasia tersebut adalah tentang kesabaran. Allah memberikan khabar gembira bahawa orang-orang yang bersabar akan semakin kuat. Ingatlah bahawa semua kekuatan adalah milik Allah. Bahkan kekuatan orang yang menentang Allah sesungguhnya juga milik Allah. Allah memberikan berbagai macam kemampuan kepada orang-orang untuk menguji mereka dan orang-orang di sekeliling mereka. Demikian pula, Dia dapat mengambil dengan mudah sebagaimana Dia dapat memberikan dengan mudah apa saja yang Dia kehendaki. Allah memberi tahu kita bahawa orang-orang yang bersabar akan menjadi kuat, yakni Dia akan memberikan kekuatan kepada mereka. Tentang hal ini, Allah menyatakan sebagai berikut:

“Ya, jika kamu bersabar dan bersiap siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” (Q.s. Ali Imran: 125).

Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, jika Allah menghendaki, Dia dapat memberikan kemenangan kepada orang-orang dengan cara yang tidak terlihat. Dalam usaha untuk memperjuangkan agama Allah misalnya, Allah dapat memberikan pertolongan yang tidak terlihat sehingga memungkinkan seseorang bicaranya sangat berpengaruh dan membuat hati orang-orang yang mendengarkannya berpaling kepada agama. Dengan demikian, tidak seorang pun yang dapat memperoleh kemenangan atau mempengaruhi orang lain, kecuali jika Allah menghendakinya. Pemilik semua kejayaan, kemenangan, dan pengaruh adalah Allah. Apa yang harus dilakukan oleh manusia adalah mentaati perintah Allah dan melaksanakan ketentuanketentuan-Nya. Dalam ayat lainnya, Allah memberi tahu orang-orang yang beriman cara memperoleh kekuatan besar:


“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus musuh. Dan jika ada seratus orang diantaramu, mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak memahami. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahawa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang, dan jika diantaramu ada seribu orang, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.s. al-Anfal: 65-6).

Sebagaimana dinyatakan Allah dalam ayat tersebut, jika orang-orang beriman tidak memiliki kelemahan dalam diri mereka, dan mereka teguh, sabar, dan yakin, maka kekuatan satu orang beriman adalah sama dengan kekuatan sepuluh orang. Dalam hal ini, perkataan "kekuatan" memiliki pengertian lain yang bukan sekadar kekuatan fizik. Misalnya, kekuatan seorang beriman yang menyampaikan pesan agama dan menyeru manusia ke jalan Allah adalah sama dengan kekuatan sepuluh orang. Dalam pada itu, pengetahuan seorang yang beriman dapat menyamai pengetahuan sepuluh orang. Perbuatan baik seorang beriman yang dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah dapat menyamai perbuatan yang dilakukan sepuluh orang. Seorang yang beriman dapat menyeru sepuluh orang kafir yang tersesat kepada jalan Allah yang benar dan dapat menjadi asbab bagi perbaikan iman mereka. Seorang yang beriman dapat menghancurkan kekafiran orang kafir dan menggantinya dengan kebenaran.




Rahsia yang diungkapkan Allah dalam al-Qur'an ini sangat penting. Hal ini Kerana jika semua orang Islam saling berlomba-lomba di jalan yang benar, betapapun kecilnya jumlah mereka, Allah akan memberikan kemenangan kepada mereka dalam setiap urusan yang mereka lakukan. Misalnya, jika orang di seluruh dunia ini berkumpul yang terdiri dari orang-orang kafir, dan profesor-profesor kafir dari seluruh dunia yang memimpin semua orang di setiap negara agar menjadi kafir, maka Allah cukup mengirim sekelompok kecil orang-orang Muslim yang kuat, bertanggung jawab, dan cukup bijak untuk menunjukkan kepada orang-orang tersebut jalan yang benar. Allah memberikan kemudahan kepada orang-orang beriman dalam setiap urusan mereka dan membuat berbagai urusan menjadi sulit bagi orang-orang kafir. Untuk itulah, orang-orang beriman yang mengetahui rahasia ini jangan sampai meremehkan usaha mereka dan mengatakan, "Mungkinkah usaha kita ini dapat membawa perubahan terhadap situasi seperti ini?" Tetapi sebaliknya mereka yakin bahawa Allah akan membalas setiap perbuatan yang ikhlas, yang dilakukan semata-mata untuk mencapai ridha-Nya tersebut dengan hasil yang baik. Sebaris tulisan tentang keberadaan Allah, sepatah kata yang menyeru manusia kepada Allah, atau suatu perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran al-Qur'an dapat saja membawa manusia kepada keselamatan dan membangkitkan perasaan cinta dan takut kepada Allah dalam diri mereka. Perlu kita camkan bahawa hukum-hukum dan fenomena sebab dan akibat yang berlaku di dunia ini hanyalah berdasarkan apa yang dijelaskan oleh Allah dalam al-Qur'an. Siapa pun yang berfikirnya sesuai dengan al-Qur'an dapat memahami rahasia-rahasia dalam ciptaan Allah ini, dan dengan kehendak Allah, akan memperoleh kekuatan yang lebih unggul dan hikmah melebihi apa yang dapat dicapai oleh orang lain. Allah memberikan berita gembira kepada orang-orang yang beriman bahawa mereka akan mengalahkan orang-orang kafir jika mereka teguh keimanannya:
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.s. Ali Imran: 139).

Sebagaimana dapat dibaca pada ayat di atas, persyaratan yang diperlukan agar memperoleh kemenangan dan ketinggian, baik di dunia ini mahupun di akhirat kelak adalah keimanan yang ikhlas. Rahasia lain yang diungkapkan dalam al-Qur'an dalam masalah ini adalah beriman dengan tidak menyekutukan Allah.




Sunday, August 23, 2009

Hadis Tsulasa' : Renungan Ramadhan oleh Imam As Syahid Hassan Al Banna



Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, juga untuk segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.

Wahai Ikhwan yang mulia.
Saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari sisi Allah yang diberkati dan baik:
assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
Pada malam ini, yang merupakan akhir bulan Sya’ban, kita menutup serial kajian kita tentang Al-Qur’anul Karim, tentang kitab Allah swt. Insya Allah, pada sepuluh malam yang pertama bulan Syawal, kita kembali kepada tema tersebut. Setelah itu kita akan membuka serial baru dari ceramah-ceramah Ikhwan, yang temanya insya Allah: Kajian-Kajian tentang Sirah Nabi dan Tarikh Islam.

Ramadhan adalah bulan perasaan dan ruhani, serta saat untuk menghadapkan diri kepada Allah. Sejauh yang saya ingat, ketika bulan Ramadhan menjelang, sebagian Salafush Shalih mengucapkan selamat tinggal kepada sebagian lain sampai mereka berjumpa lagi dalam shalat ‘Id. Yang mereka rasakan adalah ini bulan ibadah, bulan untuk melaksanakan shiyam (puasa) dan qiyam (shalat malam) dan kami ingin menyendiri hanya dengan Tuhan kami.
Ikhwan sekalian,
sebenarnya saya berupaya untuk mencari kesempatan untuk mengadakan kajian Selasa pada bulan Ramadhan, tetapi saya tidak mendapatkan waktu yang sesuai. Jika sebagian besar waktu selama setahun telah digunakan untuk mengadakan kajian-kajian tentang Al-Qur’an, maka saya ingin agar waktu yang ada di bulan Ramadhan ini kita gunakan untuk melaksanakan hasil dari kajian-kajian tersebut. Apalagi, banyak di antara ikhwan yang melaksanakan shalat tarawih dan memanjangkannya, sampai mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali di bulan Ramadhan. Ini merupakan cara mengkhatamkan yang indah. Jibril biasa membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari Nabi saw. Sekali dalam setahun. Nabi saw. mempunyai sifat dermawan, dan sifat dermawan beliau ini paling menonjol terlihat pada bulan Ramadhan ketika Jibril membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau. Beliau lebih dermawan dan pemurah dibandingkan dengan angin yang ditiupkan. Kebiasaan membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an ini terus berlangsung sampai pada tahun ketika Rasulullah saw. diberi pilihan untuk menghadap kepada Ar-afiq Al-A’la (Allah swt. — pen.), maka ketika itu Jibril membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau dua kali. Ini merupakan isyarat bagi Nabi saw. bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir beliau hidup di dunia.

Ikhwan sekalian,
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Rasulullah saw. pernah bersabda mengenainya, Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalangi-nya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa ‘at untuknya. Sedangkan Al-Qur’an akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dan tidur di malam hari, maka perkenankan aku memberikan syafaat untuknya. ‘Maka Allah memperkenankan keduanya memberikan syafaat.(HR. Imam Ahmad dan Ath Thabrani)

Wahai Ikhwan,
dalam diri saya terbetik satu pemikiran yang ingin saya bicarakan. Kerana kita berada di pintu masuk bulan Puasa, maka hendaklah pembicaraan dan renungan kita berkaitan dengan tema bulan Ramadhan.
Ikhwan sekalian,
kita telah berbicara panjang lebar tentang sentuhan perasaan cinta dan persaudaraan yang dengannya Allah telah menyatukan hati kita, yang salah satu dampaknya yang paling terasa adalah terwujudnya pertemuan ini kerana Allah. Bila kita tidak akan berjumpa dalam masa empat pekan atau lebih, maka bukan bererti bara perasaan ini harus padam atau hilang. Kita tidak mesti melupakan prinsip-prinsip luhur tentang kemuliaan dan persaudaraan kerana Allah, yang telah dibangun oleh hati dan perasaan kita dalam majlis yang baik ini. Sebaliknya, saya yakin bahwa ia akan tetap menyala dalam jiwa sampai kita bisa berjumpa kembali setelah masa percutian ini, insyaAllah. Jika ada salah seorang dari Anda melaksanakan shalat pada malam Rabu, maka saya berharap agar ia mendoakan kebaikan untuk ikhwannya. Jangan Anda lupakan ini! Kemudian saya ingin Anda selalu ingat bahwa jika hati kita merasa dahaga akan perjumpaan ini selama minggu-minggu tersebut, maka saya ingin Anda semua tahu bahwa dahaganya itu akan dipuaskan oleh mata air yang lebih utama, lebih lengkap, dan lebih tinggi, yaitu hubungan dengan Allah swt., yang merupakan cita-cita terbaik seorang mukmin bagi dirinya, di dunia maupun akhirat.

Kerana itu, Ikhwan sekalian,
hendaklah Anda semua berusaha agar hati Anda menyatu dengan Allah swt. Pada malam-malam bulan mulia ini. Sesungguhnya puasa adalah ibadah yang dikhususkan oleh Allah swt. bagi diri-Nya sendiri. “Semua amalan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. la untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasannya.”
Ini, wahai Akhi,
mengisyaratkan bahwa setiap amal yang dilaksanakan oleh manusia mengandung manfaat lahiriah yang bisa dilihat, dan di dalamnya terkandung semacam bagian untuk diri kita. Kadang-kadang jiwa seseorang terbiasa dengan shalat, sehingga ia ingin melaksanakan banyak shalat sebagai bagian bagi dirinya. Kadang-kadang ia terbiasa dengan dzikir, sehingga ia ingin banyak berdzikir kepada Allah sebagai bahagian bagi dirinya. Kadang-kadang ia terbiasa dengan menangis kerana takut kepada Allah, maka ia ingin banyak rnenangis kerana Allah sebagai bahagian bagi dirinya. Adapun puasa, wahai Akhi, di dalamnya tidak terkandung apa pun selain larangan. Ia harus melepaskan diri dari bermacam keinginan terhadap apa yang menjadi bahagian dirinya. Bila kita terhalang untuk berjumpa satu sama lain, maka kita akan banyak berbahagia kerana bermunajat kepada Allah swt. Dan berdiri di hadapan-Nya, khusus-nya ketika melaksanakan shalat tarawih.

Ikhwan sekalian,
hendaklah senantiasa ingat bahwa Anda semua berpuasa kerana melaksanakan perintah Allah swt. Maka berusahalah sungguh-sungguh untuk beserta dengan Tuhan Anda dengan hati Anda pada bulan mulia ini.
Ikhwan sekalian,
Ramadhan
adalah bulan keutamaan. Ia mempunyai kedudukan yang agung di sisi Allah swt. Hal ini telah dinyatakan dalam kitab-Nya, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah:185)

Wahai Akhi,
pada akhir ayat ini Anda mendapati: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Al-Baqarah: 185) Puasa adalah kemanfaatan yang tidak mengandung bahaya. Dengan penyempurnaan puasa ini, Allah swt. akan memberikan hidayah kepada hamba-Nya. Jika Allah memberikan taufiq kepada Anda untuk menyempurnakan ibadah puasa ini dalam rangka menaati Allah, maka ia adalah hidayah dan hadiah yang patut disyukuri dan selayaknya Allah dimahabesarkan atas karunia hidayah tersebut. “Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.” (Al-Baqarah: 185) Kemudian, lihatlah wahai Akhi, dampak dari semua ini. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah; 186)

Wahai Akhi,
di sini Anda melihat bahwa Allah Yang Maha Benar meletakkan ayat ini di tempat ini untuk menunjukkan bahwa Dia swt. paling dekat kepada hamba-Nya adalah pada bulan mulia ini. Allah swt. telah mengistimewakan bulan Ramadhan. Mengenai hal ini terdapat beberapa ayat dan hadits. Nabi saw. bersabda, “Jika bulan Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, kemudian datang seorang penyeru dari sisi Allah Yang Mahabenar swt “Wahai pencari kejahatan, berhentilah! Dan wahai pencari kebaikan, kemarilah!’”

Wahai Akhi,
pintu-pintu surga dibuka, kerana manusia berbondong-bondong melaksanakan ketaatan, ibadah, dan taubat, sehingga jumlah pelakunya banyak. Setan-setan dibelenggu, kerana manusia akan beralih kepada kebaikan, sehingga setan tidak mampu berbuat apa-apa. Hari-hari dan malam-malam Ramadhan, merupakan masa-masa kemuliaan yang diberikan oleh Al-Haq swt., agar orang-orang yang berbuat baik menambah kebaikannya dan orang-orang yang berbuat jahat mencari karunia Allah swt. sehingga Allah mengampuni mereka dan menjadikan mereka hamba-hamba yang dicintai dan didekatkan kepada Allah.
Keutamaan dan keistimewaan paling besar bulan ini adalah bahwa Allah swt. telah memilihnya menjadi waktu turunnya Al-Qur’an. Inilah keistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan. Kerana itu, Allah swt. mengistimewakan dengan menyebutkannya dalam kitab-Nya.” (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an.” (Al-Baqarah: 185)

Ada ikatan hakikat dan fisik antara turunnya Al-Qur’an dengan bulan Ramadhan. Ikatan ini adalah selain bahwa Allah telah menurunkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan, maka di bulan ini pula Dia mewajibkan puasa. Kerana puasa artinya menahan diri dari hawa nafsu dan syahwat. Ini merupakan kemenangan hakikat spiritual atas hakikat material dalam diri manusia. Ini berarti, wahai Akhi, bahwa jiwa, ruh, dan pemikiran manusia pada bulan Ramadhan akan menghindari tuntutan-tuntutan jasmani. Dalam kondisi seperti ini, ruh manusia berada di puncak kejernihannya, kerana ia tidak disibukkan oleh syahwat dan hawa nafsu. Ketika itu ia dalam keadaan paling siap untuk memahami dan menerima ilmu dari Allah swt. Kerana itu, bagi Allah, membaca Al-Qur’an merupakan Ibadah paling utama pada bulan Ramadhan yang mulia.
Pada kesempatan ini, Ikhwan sekalian, saya akan meringkaskan untuk Anda semua pandangan-pandangan saya tentang kitab Allah swt., dalam kalimat-kalimat ringkas.
Wahai Ikhwan yang mulia,
tujuan-tujuan asasi dalam kitab Allah swt. dan prinsip-prinsip utama yang menjadi landasan bagi petunjuk Al-Qur’an ada empat:

1. Perbaikan Aqidah
Anda mendapati bahwa Al-Qur’anul Karim banyak menjelaskan masalah aqidah dan menarik perhatian kepada apa yang seharusnya tertanam sungguh-sungguh di dalam jiwa seorang mukmin, agar ia bisa mengambil manfaatnya di dunia dan di akhirat. Keyakinan bahwa Allah swt. adalah Yang Maha Esa, Yang Mahakuasa, Yang menyandang seluruh sifat kesempurnaan dan bersih dari seluruh kekurangan. Kemudian keyakinan kepada hari akhir, agar setiap jiwa dihisab tentang apa saja yang telah dlkerjakan dan ditinggal kannya. Wahai Akhi, jika Anda mengumpulkan ayat-ayat mengenai aqidah dalam Al-Qur’an, niscaya Anda mendapati bahwa keseluruhannya mencapai lebih dari sepertiga Al-Qur’an. Allah swt. berfirman dalam surat Al-Baqarah, “Hai manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian; kerana itu janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kalian mengetahui.” (Al-Baqarah: 21-22)

Wahai Akhi,
setiap kali membaca surat ini, Anda mendapati kandungannya ini melintang di hadapan Anda. Allah swt. juga berfirman dalam surat Al-Mukminun, “Katakanlah, Kepunyaan siapa-kah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak ingat?’ Katakanlah, ‘Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak bertaqwa?’ Katakanlah, ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kalian ditipu?’ Sebenar-nya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.” (Al-Mukminun: 84-90)
Allah swt. juga berfirman di surat yang sama, “Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikannya) maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangan (kebaikannya), maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.” (Al-Mukminun: 101-103)

Allah swt. juga berfirman, “Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Dan manusia bertanya, ‘Mengapa bumi (jadi begini)?’ Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Kerana sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Az-Zalzalah: 1-8)
Allah swt. berfirman, “Hari Kiamat. Apakah hari Kiamat itu? Tahukah kalian apakah hari Kiamat itu?” (Al-Qari’ah: 1-3) Dalam surat lain Allah berfirman, “Bermegah-megahan telah melalaikan kalian. Sampai kalian masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian itu). Dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui.” (At-Takatsur: 1-4)
Wahai Akhi,
ayat-ayat ini menjelaskan hari akhirat dengan penjelasan gamblang yang bisa melunakkan hati yang keras.

2. Pengaturan Ibadah
Anda juga membaca firman Allah swt. mengenai ibadah. “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”“…diwajib-kan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian.” (Al-Baqarah: 183) “…mengerjakan haji adalah kewa-jiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (Ali-Imran: 97) Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (Nuh: 10) Dan banyak lagi ayat-ayat lain mengenai ibadah. (Al-Baqarah: 43)

3. Pengaturan Akhlak
Mengenai pengaturan akhlak, wahai Akhi, Anda biasa membaca firman Allah swt. “Dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya.” (Asy-Syams: 7-8) “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada dalam diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d:11) “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. Dan orang-orang yang sabar kerana mencari ridha Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapa-bapanya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Sambil mengucapkan), ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu),’ maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Ar-Ra’d: 19-24)
Wahai Akhi,
Anda mendapati bahwa akhlak-akhlak mulia bertebaran dalam kitab Allah swt. dan bahwa ancaman bagi akhlak-akhlak tercela sangatlah keras. “Dan orang-orang yang memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).” (Ar-Ra’d: 25)

Inilah peraturan-peraturan tersebut, Ikhwan sekalian, sebenarnya, peraturan-peraturan itu lebih tinggi daripada yang dikenal oleh manusia, kerana di dalamnya terkandung semua yang dikehendaki manusia untuk mengatur urusan masyarakat. Ketika mengupas sekelompok ayat, maka Anda mendapati makna-makna ini jelas dan gamblang. “Seperempat Juz Khamr” yang diawali dengan “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi” (Al-Baqarah: 219), mengandung lebih dari dua puluh lima hukum praktis: tentang khamr, judi, anak-anak yatim, pernikahan laki-laki dan wanita-wanita musyrik, haid, sumpah, ila’, talak, rujuk, khuluk, nafkah, dan hukum-hukum lainnya yang banyak sekali Anda dapatkan dalam seperempat juz saja. Hal ini kerana surat Al-Baqarah datang untuk mengatur masyarakat Islam di Madinah.

Ikhwan tercinta,
hendaklah Anda semua menjalin hubungan dengan kitab Allah.
Bermunajatlah kepada Tuhan dengan kitab Allah.
Hendaklah masing-masing dari kita memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang telah saya sebutkan ini, kerana itu akan memberikan manfaat yang banyak kepada Anda, wahai Akhi. Insya Allah Anda akan mendapatkan manfaat darinya.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Sayidina Muhammad dan kepada segenap keluarga dan sahabatnya.

Dicatat oleh Fateh Al Qarni di 15:23