Showing posts with label Kisah Teladan. Show all posts
Showing posts with label Kisah Teladan. Show all posts

Tuesday, June 22, 2010

Kucing2 di Penjara Israel Membantu Tahanan PALESTIN

Membuat para tahanan Palestin menderita dan sengsara sepertinya tidak cukup bagi para pengelola penjara Israel. Pengelola penjara Israel di Negev bahkan tidak senang melihat para tahanan Palestina itu berteman baik dengan kucing. Untuk itu. pihak penjara memberlakukan aturan untuk membuang bahkan menghukum kucing-kucing liar yang masuk ke dalam kompleks penjara itu.

Beberapa tahanan Palestin yang mendekam di penjara Israel di Negev memelihara dan memberi makan kucing-kucing liar yang masuk ke dalam kompleks penjara, meski para tahanan itu sendiri tidak mendapatkan bekalan makanan yang cukup dari aparat penjara. Kucing-kucing itu ibarat teman bagi para tahanan Palestin dan ternyata hal itu membuat pengelola penjara tidak senang.

Mereka mendakwa kucing-kucing tersebut telah memberikan "bantuan" bagi para tahanan Palestin dengan membawakan makanan atau benda-benda kecil dari satu sel ke sel lain, sehingga aparat penjara memutuskan untuk memberlakukan larangan memelihara kucing dan menghukum kucing-kucing peliharaan tahanan Palestin dengan memasukkan haiwan tak berdosa itu ke dalam sel isolasi selama beberapa hari.

Tindakan pegawai penjara Israel di Negev mungkin berlebihan. Tapi tujuan para Zionis itu sebenarnya adalah ingin melemahkan mental warga Palestin yang mereka tawan, mengisolasi mereka dan menjauhkan mereka dari hal-hal yang membuat para tahanan Palestin itu tersenyum meski cuma bercengkerama dengan seekor kucing. (ln/IMEMC)

sumber

Satu Umat: Mungkinkah benar kucing-kucing itu memberikan bantuan? Siapa mereka sebenarnya? ...............


[SUMBER ]

Monday, November 30, 2009

Luqman

"Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah. Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji."

Para ulama salaf berikhtilaf mengenai Luqman: apakah dia seorang nabi atau hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian? Mengenai hal ini ada dua pendapat. Mayoritas ulama berpendapat bahwa dia adalah hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian. Menurut Ibnu Abbas, Luqman adalah seorang hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Sementara Jabir bin Abdillah mengidentifikasikan Luqman sebagai orang bertubuh pendek dan berhidung pesek. Sedangkan Said bin Musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari kota Sudan, memiliki kekuatan, dan mendapat hikmah dari Allah, namun dia tidak menerima kenabian.

Selanjutnya, Ibnu Jarir berpendapat bahwa Luqman adalah seorang hamba sahaya berbangsa Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Suatu kali, majikannya berkata kepada Luqman, "Sembelihkan domba ini untuk kami." Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, "Ambillah bagian dagingnya yang terbaik." Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Si Majikan diam selama beberapa saat, lalu berkata, "Sembelihkan domba yang ini untuk kami." Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, "Ambillah bagian dagingnya yang terburuk." Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Kemudian si majikan berkata, "Aku menyuruhmu mengambil dua bagian daging domba yang terbaik, lalu kamu melaksanakannya dan akupun menyuruhmu mengeluarkan bagian domba yang terburuk, lalu kamu mengambil daging yang sama." Luqman berkata, "Sesunguhnya tiada perkara yang lebih baik daripada lidah dan hati jika keduanya baik dan tiada perkara yang lebih buruk daripada lidah dan hati jika keduanya buruk."

Suatu kali dia didatangi seseornag, lalu bertanya, "Apa yang dapat mengantarkanmu kepada kebajikan dalam bertutur?" Luqman menjawab, :Berkata jujur dan tidak mengatakan hal yang tidak penting."

Dari keterangan di atas jelaslah bahwa Luqman adalah seorang hamba yang menjadi sahaya, dan kesahayaan menghambatnya untuk menjadi nabi, sebab para rasul yang diutus itu berasal dari kalangan keluarga terpandang diantara kaumnya. Karena itu mayoritas ulama salaf memandang Luqman bukan sebagai nabi.

Luqman pun pernah ditanya ihwal prestasi yang dicapainya. Dia menjawab. "Hai anak saudaraku, jika engkau menyimak apa yang aku katakan kepadamu, kamupun akan berprestasi seperti aku." Lalu Luqman berkata, "Aku menjaga mengontrol pandanganku, mejaga lidahku, menjaga kesucian makananku, memelihara kemaluanku, berkata jujur, memenuhi janjiku, menghormati tamuku, memelihara hubungan baik dengan tetanggaku, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Itulah yang membuat diriku seperti yang kamu lihat."

Firman Allah Ta'al, "Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, " yaitu pemahaman, ilmu, tuturan yang baik, dan pemahaman Islam, walaupun dia bukan nabi dan tidak menerima wahyu. "Yaitu, Bersyukurlah kepada Allah." Yakni, Kami menyuruhnya bersyukur kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung atas karunia yang telah diberikan secara khusus kepadanya, tidak diberikan kepada manusia sejenis yang hidup pada masa itu.

Kemudian Allah berfirman, "Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri." Sesungguhnya manfaat bersyukur itu berpulang kepada orang-orang yang bersyukur itu sendiri, karena Allah berfirman, 'Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji." Dia tidak membutuhkan hamba dan Dia tidak mendapat mudarat jika seluruh penduduk bumi ingkar, sebab Dia tidak membutuhkan perkara selain-Nya. Karena itu, tidak ada tuhan melainkan Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya.


_____________________________________________

Renungan bersama:








Thursday, November 19, 2009

SYAHID SELEPAS MENGUCAPKAN SYAHADAH

Suatu ketika tatkala Rasulullah S.A.W sedang bersiap di medan perang Uhud, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga. Seorang lelaki yang bernama Amar bin Thabit telah datang menemui baginda. Dia rupanya ingin masuk Islam dan akan ikut perang bersama Rasulullah S.A.W. Amar ini berasal dari Bani Asyahali. Sekalian kaumnya ketika itu sudah Islam setelah tokoh yang terkenal Saad bin Muaz memeluk Islam. Tetapi Amar ini enggan mengikut kaumnya yang ramai itu. Keangkuhan jahiliyyah menonjol dalam jiwanya, walaupun dia orang baik dalam pergaulan. Waktu kaumnya menyerunya kepada Islam, ia menjawab, "Kalau aku tahu kebenaran yang aku kemukakan itu sudah pasti aku tidak akan mengikutnya." Demikian angkuhnya Amar.

Kaum Muslimin di Madinah pun mengetahui bagaimana keanehan Amar di tengah-tengah kaumnya yang sudah memeluk Islam. Ia terasing sendirian, hatinay sudah tertutup untuk menerima cahaya Islam yang terang benderang. Kini dalam saat orang bersiap-siap akan maju ke medan perang, dia segera menemui Nabi S.A.W, menyatakan dirinya akan masuk Islam malah akan ikut berperang bersama angkatan perang di bawah pimpinan Nabi S.A.W. Pedangnya yang tajam ikut dibawanya.
Nabi S.A.W menyambut kedatangan Amar dengan sangat gembira., tambah pula rela akan maju bersama Nabi Muhammad S.A.W. Tetapi orang ramai tidak mengetahui peristiwa aneh ini, kerana masing-masing sibuk menyiapkan bekalan peperangan. Di kalangan kaumnya juga tidak ramai mengetahui keIslamannya. Bagaimana Amar maju sebagai mujahid di medan peperangan. Dalam perang Uhud yang hebat itu Amar memperlihatkan keberaniannya yang luar biasa. Malah berkali-kali pedang musuh mengenai dirinya, tidak dipedulikannya. Bahkan dia terus maju sampai saatnya dia jatuh pengsan.

"Untuk apa ikut ke mari ya Amar !" Demikian tanya orang yang heran melihatnya, sebab sangka mereka dia masih musyrik. Mereka kira Amar ini masih belum Islam lalau mengikut saja pada orang ramai. Dalam keadaan antara hidup dan mati itu Amar lalu berkata, "Aku sudah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, lalu aku siapkan pedangku dan maju ke medan perang. Allah akan memberikan syahidah padaku dalam waktu yang tidak lama lagi."
Amar meninggal. Rohnya mengadap ke hadrat Illahi sebagai pahlawan syahid. Waktu hal ini diketahui Rasul S.A.W, maka baginda pun bersabda,, "Amar itu nanti akan berada dalam syurga nantinya." Dan kaum Muslimin pun mengetahui akhir hayat Amar dengan penuh takjub, sebab di luar dugaan mereka. Malah Abu Hurairah r.a sahabat yang banyak mengetahui hadith Nabi S.A.W berkata kaum Muslimin, "Cuba kamu kemukakan kepadaku seorang yang masuk syurga sedang dia tidak pernah bersyarat sekalipun juga terhadap Allah."

"Jika kamu tidak tahu orangnya." Kata Abu Hurairah r.a lagi, lalu ia pun menyambung, ujarnya, "Maka baiklah aku beritahukan, itulah dia Amar bin Thabit."
Demikianlah kisah seorang yang ajaib, masuk syurga demikian indahnya. Ia tidak pernah solat, puasa dan lain-lainnya seperti para sahabat yang lain, sebab dia belum memeluk Islam. Tiba-tiba melihat persiapan yang hebat itu, hatinya tergerak memeluk Islam sehingga ia menemui Nabi S.A.W . Ia menjadi Muslim, lalu maju ke medan perang, sebagai mujahid yang berani. Akhirnya tewas dia dengan mendapat syahadah iaitu pengakuan sebagai orang yang syahid. Mati membela agama Allah di medan perang. Maka syurgalah tempat bagi orang yang memiliki julukan syahid. Nabi S.A.W menjamin syurga bagi orang seperti Amar ini.

Wednesday, August 26, 2009

KELOMPOK MINORITI ORANG BERIMAN DAPAT MENGALAHKAN ORANG KAFIR YANG JUMLAHNYA LEBIH BESAR



Salah satu mukjizat dari Allah yang diberikan kepada orang-orang yang beriman, meskipun mereka berjumlah sedikit adalah bahawa mereka dapat mengalahkan musuh-musuh mereka dengan Kehendak Allah. Ini merupakan rahia penting yang diungkapkan Allah dalam beberapa ayat sehingga menjadikan orang-orang kafir tertipu. Sebagaimana dapat dilihat dalam kisah tentang Thalut, Allah menjadikan orang-orang beriman memperoleh kemenangan Kerana ketaatan mereka, meskipun mereka berjumlah sedikit. Allah mengakhiri kisah tentang Thalut dengan kata-kata sebagai berikut:

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.s. al-Baqarah: 249).


Dengan Bersabar, Orang-orang Beriman akan Memperoleh Kekuatan Besar

Sebagaimana sering kali ditekankan dalam buku ini (Beberapa Rahasia Al-Quran-Harun Yahya), terdapat banyak rahasia yang tersembunyi dalam berbagai ayat al-Qur'an. Salah satu di antara rahasia-rahasia tersebut adalah tentang kesabaran. Allah memberikan khabar gembira bahawa orang-orang yang bersabar akan semakin kuat. Ingatlah bahawa semua kekuatan adalah milik Allah. Bahkan kekuatan orang yang menentang Allah sesungguhnya juga milik Allah. Allah memberikan berbagai macam kemampuan kepada orang-orang untuk menguji mereka dan orang-orang di sekeliling mereka. Demikian pula, Dia dapat mengambil dengan mudah sebagaimana Dia dapat memberikan dengan mudah apa saja yang Dia kehendaki. Allah memberi tahu kita bahawa orang-orang yang bersabar akan menjadi kuat, yakni Dia akan memberikan kekuatan kepada mereka. Tentang hal ini, Allah menyatakan sebagai berikut:

“Ya, jika kamu bersabar dan bersiap siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” (Q.s. Ali Imran: 125).

Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, jika Allah menghendaki, Dia dapat memberikan kemenangan kepada orang-orang dengan cara yang tidak terlihat. Dalam usaha untuk memperjuangkan agama Allah misalnya, Allah dapat memberikan pertolongan yang tidak terlihat sehingga memungkinkan seseorang bicaranya sangat berpengaruh dan membuat hati orang-orang yang mendengarkannya berpaling kepada agama. Dengan demikian, tidak seorang pun yang dapat memperoleh kemenangan atau mempengaruhi orang lain, kecuali jika Allah menghendakinya. Pemilik semua kejayaan, kemenangan, dan pengaruh adalah Allah. Apa yang harus dilakukan oleh manusia adalah mentaati perintah Allah dan melaksanakan ketentuanketentuan-Nya. Dalam ayat lainnya, Allah memberi tahu orang-orang yang beriman cara memperoleh kekuatan besar:


“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus musuh. Dan jika ada seratus orang diantaramu, mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak memahami. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahawa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang, dan jika diantaramu ada seribu orang, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.s. al-Anfal: 65-6).

Sebagaimana dinyatakan Allah dalam ayat tersebut, jika orang-orang beriman tidak memiliki kelemahan dalam diri mereka, dan mereka teguh, sabar, dan yakin, maka kekuatan satu orang beriman adalah sama dengan kekuatan sepuluh orang. Dalam hal ini, perkataan "kekuatan" memiliki pengertian lain yang bukan sekadar kekuatan fizik. Misalnya, kekuatan seorang beriman yang menyampaikan pesan agama dan menyeru manusia ke jalan Allah adalah sama dengan kekuatan sepuluh orang. Dalam pada itu, pengetahuan seorang yang beriman dapat menyamai pengetahuan sepuluh orang. Perbuatan baik seorang beriman yang dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah dapat menyamai perbuatan yang dilakukan sepuluh orang. Seorang yang beriman dapat menyeru sepuluh orang kafir yang tersesat kepada jalan Allah yang benar dan dapat menjadi asbab bagi perbaikan iman mereka. Seorang yang beriman dapat menghancurkan kekafiran orang kafir dan menggantinya dengan kebenaran.




Rahsia yang diungkapkan Allah dalam al-Qur'an ini sangat penting. Hal ini Kerana jika semua orang Islam saling berlomba-lomba di jalan yang benar, betapapun kecilnya jumlah mereka, Allah akan memberikan kemenangan kepada mereka dalam setiap urusan yang mereka lakukan. Misalnya, jika orang di seluruh dunia ini berkumpul yang terdiri dari orang-orang kafir, dan profesor-profesor kafir dari seluruh dunia yang memimpin semua orang di setiap negara agar menjadi kafir, maka Allah cukup mengirim sekelompok kecil orang-orang Muslim yang kuat, bertanggung jawab, dan cukup bijak untuk menunjukkan kepada orang-orang tersebut jalan yang benar. Allah memberikan kemudahan kepada orang-orang beriman dalam setiap urusan mereka dan membuat berbagai urusan menjadi sulit bagi orang-orang kafir. Untuk itulah, orang-orang beriman yang mengetahui rahasia ini jangan sampai meremehkan usaha mereka dan mengatakan, "Mungkinkah usaha kita ini dapat membawa perubahan terhadap situasi seperti ini?" Tetapi sebaliknya mereka yakin bahawa Allah akan membalas setiap perbuatan yang ikhlas, yang dilakukan semata-mata untuk mencapai ridha-Nya tersebut dengan hasil yang baik. Sebaris tulisan tentang keberadaan Allah, sepatah kata yang menyeru manusia kepada Allah, atau suatu perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran al-Qur'an dapat saja membawa manusia kepada keselamatan dan membangkitkan perasaan cinta dan takut kepada Allah dalam diri mereka. Perlu kita camkan bahawa hukum-hukum dan fenomena sebab dan akibat yang berlaku di dunia ini hanyalah berdasarkan apa yang dijelaskan oleh Allah dalam al-Qur'an. Siapa pun yang berfikirnya sesuai dengan al-Qur'an dapat memahami rahasia-rahasia dalam ciptaan Allah ini, dan dengan kehendak Allah, akan memperoleh kekuatan yang lebih unggul dan hikmah melebihi apa yang dapat dicapai oleh orang lain. Allah memberikan berita gembira kepada orang-orang yang beriman bahawa mereka akan mengalahkan orang-orang kafir jika mereka teguh keimanannya:
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.s. Ali Imran: 139).

Sebagaimana dapat dibaca pada ayat di atas, persyaratan yang diperlukan agar memperoleh kemenangan dan ketinggian, baik di dunia ini mahupun di akhirat kelak adalah keimanan yang ikhlas. Rahasia lain yang diungkapkan dalam al-Qur'an dalam masalah ini adalah beriman dengan tidak menyekutukan Allah.




Friday, June 12, 2009

Sultan Muhammad al-Fateh dan Pembukaan Costantinople

fatih

HADIS RASULLAH SAW TENTANG PEMBEBASAN CONSTANTINOPLE

Sabda Rasulullah s.a.w. ketika menggali Parit Khandaq; “..Constantinople (kini Istanbul) akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera……”

(Hadis riwayat Imam Ahmad)

Di bawah ini adalah satu artikel yang dikirimkan kepada saya oleh seorang rakan. Disiarkan semula di sini untuk tatapan pembaca. Ditambah beberapa keping gambar yang diambil dari Turki untuk dikongsikan.

_________________________________________________________

Umat Islam berlumba-lumba membebaskan Constantinople untuk mendapatkan penghormatan yang dijanjikan oleh Allah swt di dalam Hadis tersebut. Walau bagaimanapun, kesemua kempen yang dilancarkan menemui kegagalan. Di antaranya, 5 kempen di zaman Kerajaan Umayyah, 1 kempen di zaman Kerajaan Abbasiyah dan 2 kempen di zaman Kerajaan Usmaniyah.

Di dalam salah sebuah kempen semasa zaman Kerajaan Umayyah, seorang sahabat besar Nabi saw iaitu Abu Ayyub Al Ansary ra telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. Apabila ditanya kenapa beliau ingin dimakamkan di situ maka beliau menjawab, “Kerana aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja yang akan mengetuai sebaik-baik tentera semasa mereka membebaskan Constantinople”. Begitulah teguhnya iman seorang sahabat besar Nabi saw.

Hadis Nabi saw ini direalisasikan hampir 800 tahun kemudiannya oleh Sultan Muhammad Al Fatih, khalifah ke-7 Kerajaan Usmaniyyah dan 150,000 orang tenteranya.

Siapakah Sultan Muhammad Al Fatih? Apakah kehebatan Baginda dan tentera-tenteranya sehingga disebut “sebaik-baik raja” dan “sebaik-baik tentera” di dalam hadis tersebut.

PENGENALAN

Baginda dilahirkan pada 29 Mac 1432 Masihi di Adrianapolis (sempadan Turki – Bulgaria). Walau bagaimanapun, sejarah hidup Baginda sebenarnya telah bermula hampir 800 tahun sebelum kelahirannya kerana telah disebut sebagai “sebaik-baik raja” di dalam Hadis tadi. Baginda juga dikenali dengan gelaran Muhammad Al Fatih kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.

Baginda menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (1451 – 1481). Baginda merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentera agung yang memimpin sendiri 25 kempen peperangan. Baginda mangkat pada 3 Mei 1481 kerana sakit gout. Ada ahli sejarah berpendapat Baginda mangkat diracun.

PENDIDIKAN

Baginda menerima pendidikan yang menyeluruh dan bersepadu. Di dalam bidang keagamaan, gurunya adalah Syeikh Shamsuddin Al Wali dikatakan dari keturunan Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra. Di dalam ilmu peperangan pula, Baginda diajar tentang tektik peperangan, memanah dan menunggang kuda oleh panglima-panglima tentera.

Guru al-fatih berserban putih di sebelah kuda

Di dalam bidang akademik pula, Baginda adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya yang fasih bertutur dalam 7 bahasa iaitu Bahasa Arab, Latin, Greek, Serbia, Turki, Parsi dan Hebrew. Di dalam bidang Ilmu Pemerintahan pula, ayahanda Baginda , Sultan Murad II, dengan tujuan mendidik, semasa pergi bersuluk ke Pulau Magnesia, telah melantik Baginda yang baru berusia 12 tahun memangku jawatan Khalifah. Dalam usia semuda ini Baginda telah matang menangani tipu helah musuh.

KEPERIBADIAN

Baginda sentiasa bersifat tawadhu’ dan rendah diri . Semasa membina Benteng Rumeli Hissari, Baginda membuka baju dan serbannya, mengangkat batu dan pasir hingga ulamak-ulamak dan menteri-menteri terpaksa ikut sama bekerja

Baginda seorang yang sentiasa tenang, pendiam, berani, sabar, tegas dan kuat menyimpan rahsia pemerintahan. Baginda sangat cintakan ulamak dan selalu berbincang dengan mereka tentang permasalahan negara.

PERSIAPAN AWAL MEMBEBASKAN CONSTANTINOPLE

Selama 2 tahun selepas menaiki takhta, Baginda mengkaji pelan Kota Costantinople setiap malam bagi mengenal pasti titik kelemahannya. Baginda juga mengkaji sebab-sebab kegagalan kempen-kempen terdahulu serta berbincang dengan panglima-panglima perangnya tentang tentang strategi yang sesuai untuk digunakan.

Baginda mengarahkan dibina peralatan perang termoden seperti meriam besar yang boleh menembak bom 300 kg sejauh 1 batu. Benteng Rumeli Hissari dibina di tebing sebelah Eropah, lebih kurang 5 batu dari Kota Constantinople di mana Selat Bosphorus adalah yang paling sempit. Ia dibina bertentangan dengan Benteng Anadolu Hisar di tebing sebelah Asia yang telah dibina oleh Sultan Bayazid Yildirim dahulu. Benteng ini mengawal rapi kapal-kapal yang melintasi Selat Bosphorus. Perjanjian damai dibuat dengan pihak Wallachia, Serbia dan Hungary untuk memencilkan Constantinople apabila diserang nanti.

Baginda membawa bersama para ulamak dan pakar motivasi ke medan perang bagi membakar semangat jihad tenteranya. Sebaik sahaja menghampiri dinding kubu Kota Constantinople, Baginda mengarahkan dilaungkan Azan dan solat berjemaah. Tentera Byzantine gentar melihat 150,000 tentera Islam bersolat di belakang pemimpin mereka dengan laungan suara takbir memecah kesunyian alam.

MELANCARKAN SERANGAN KE ATAS CONSTANTINOPLE

Setelah segala persiapan lengkap diatur, Baginda menghantar utusan kepada Raja Bizantin meminta beliau menyerah. Keengganan beliau mengakibatkan kota tersebut dikepung. Pada 19 April 1453, serangan dimulakan. Kota tersebut hujani peluru meriam selama 48 hari. Setengah dinding luarnya rosak tetapi dinding tengahnya masih teguh.

Menara Bergerak

Seterusnya Baginda mengarahkan penggunaan menara bergerak yang lebih tinggi dari dinding kubu Byzantine dan memuatkan ratusan tentera. Tentera Byzantin berjaya memusnahkan menara tersebut setelah ianya menembusi dinding tengah kubu mereka.

Bantuan Dari Pope Vatican

rantai merentang teluk horn

Pope di Rome menghantar bantuan 5 buah armada yang dipenuhi dengan senjata dan tentera. Perairan Teluk Golden Horn direntang dengan rantai besi untuk menghalang kemaraan armada Usmaniyah. Ini menaikkan semula semangat tentera Bizantin.

rantai yang digunakan rantai merentangi teluk horn

Melancarkan Kapal Perang Dari Puncak Gunung

Kegembiraan mereka tidak lama. Keesokan paginya, mereka dikejutkan dengan kehadiran 72 buah kapal perang Usmaniyah di perairan Teluk Golden Horn. Ini adalah hasil kebijaksanaan Baginda mengangkut kapal-kapal ke atas gunung dan kemudian diluncurkan semula ke perairan Teluk Golden Horn. Tektik ini diakui sebagai antara tektik peperangan (warfare strategy) yang terbaik di dunia oleh para sejarawan Barat sendiri. Kapal-kapal itu kemudiannya membedil dinding pertahanan belakang kota.

kapal merentasi gunung-laluan coklat di blakang kanan

Kapal-kapal perang tentera Byzantin habis terbakar kerana bedilan meriam Usmaniyah. Pertahanan Byzantin menjadi semakin lemah. Baginda mengambil kesempatan pada malamnya dengan memberikan semangat kepada tenteranya serta mengingatkan mereka kepada Hadis Rasulullah saw dan bersama-sama berdoa kepada Allah swt.

Memanjat dan Melastik Dinding Kota

Keesokan paginya tentera Usmaniyah cuba memanjat dinding dalam kubu dengan tangga dan cuba merobohkannya dengan lastik besar. Tentangan sengit pihak Byzantin menyebabkan ramai yang syahid. Baginda memerintahkan tenteranya berundur dan bedilan meriam diteruskan sehingga tengahari.

Karisma Seorang Pemimpin

Pengepungan selama 53 hari tanpa sebarang tanda-tanda kejayaan telah menimbulkan rasa bosan dan menghilangkan keyakinan tentera Baginda. Pada saat yang genting ini Baginda berucap menaikkan semangat tenteranya, “Wahai tenteraku, aku bersedia untuk mati di jalan Allah. Sesiapa yang mahu syahid ikutlah aku!”.

Mendengarkan itu, Hasan Ulubate, salah seorang tentera Baginda mengetuai sekumpulan kecil 30 tentera membuka dan melompat masuk ke dalam kubu musuh lantas memacak bendera Islam di situ. Mereka kesemuanya gugur syahid setelah dihujani anak panah musuh. Kemudian tentera-tentera Islam menyerbu bertali arus menembusi barisan pertahanan Byzantin sambil melaungkan kalimah Allahu Akbar.

Penawanan Constantinople

Pada 29 Mei 1453, Kota Constantinople jatuh ke tangan Islam. Baginda menukar namanya kepada Islambol (Islam keseluruhan) . Gereja Besar St Sophies ditukar kepada Masjid Aya Sofiya. Baginda dengan tawadhuknya melumurkan tanah ke dahinya lalu melakukan sujud syukur. Semenjak peristiwa inilah Baginda diberi gelaran “Al Fatih” iaitu yang menang kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.

SEBAIK-BAIK RAJA DAN SEBAIK-BAIK TENTERA

Pada hari pertama solat Jumaat. Tmbullah pertanyaan siapakah yang layak untuk menjadi imam. Baginda telah mengarahkan tenteranya untuk berdiri, kemudian mengajukan 3 soalan :

  1. Siapakah antara kita sejak baligh hingga sekarang tidak pernah meninggalkan solat fardhu walau sekali? Sila duduk. Semua tenteranya masih lagi berdiri.
  2. Siapakah antara kita yang sejak baligh hingga kini pernah meninggalkan solat sunat Rawatib? Sila duduk. Sebahagian tentera baginda duduk.
  3. Siapakah antara kita sejak baligh hingga ke saat ini pernah meninggalkan solat Tahajjud walaupun satu malam ? Sila duduk. Semua tentera duduk kecuali baginda

Subhanallah inilah sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang pemimpin dan tenteranya yang terbaik. Inilah mereka yang dimaksudkan Rasulullah saw.

alfateh11

Tetapi sekarang siapakah pengganti mereka untuk menegakkan kembali kalimah Alla di muka bumi ini ? Pastikan kita semua ya ikhwah bakal mengganti mereka. Insya-Allah.

http://satuperkongsian.wordpress.com/2007/06/26/sultan-muhammad-al-fateh-dan-pembukaan-costantinople/

http://mohamadazranfaris.wordpress.com/2009/06/01/siapakah-sultan-muhammad-al-fatih/

Tuesday, March 24, 2009

...kELuaSan aPi nERAka....

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya,maka ditanya oleh nabi s. a. w.: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?"

Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya. "

Lalu nabi s. a. w. bersabda: "Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam."

Jawabnya: "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."

Nabi s. a. w. bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu- pintu rumah kami?"

Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda." (nota kefahaman: iaitu yg lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah s. a. w.: "Siapakah penduduk masing-masing pintu?"

Jawab Jibrail: "Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a. s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir."

Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s. a. w. sehingga ditanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?"

Jawabnya: "Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat."

Maka nabi s.a.w. jatuh pengsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s. a. w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sedar nabi saw bersabda: "Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?"

Jawabnya: "Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu."

Kemudian nabi s. a. w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s. a. w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab "Peringatan Bagi Yg Lalai")
Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.
Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:

1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai

11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua.
Wallahua'lam.
Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159 Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterang an dan petunjuk hidayat, sesudah Kami menerangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.

Dari Abdullah bin 'Amr R. A,
Rasulullah S. A. W bersabda:
"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat.."
"Sesungguhnya Ilmu itu akan membakar kamu jika tidak disebarkan."

Tuesday, February 24, 2009

....aDab mEndEngaR AzAn...

Kematian itu pasti menjelma. Hanya
masa dan waktunya
yang tidak kita ketahui.Cuba kita
amati. Mengapa
kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal
tidak dapat
berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras
dan hanya mimik
mukanya yang menahan
kesakitan 'sakaratul maut'.

Diriwayatkan sebuah hadis yg
bermaksud: "Hendaklah
kamu mendiamkan diri ketika azan, jika
tidak Allah
akan kelukan lidahnya ketika maut
menghampirinya ."Ini
jelas menunjukkan, kita disarankan
agar mendiamkan
diri, jangan berkata apa-apa pun
semasa azan
berkumandang . Sebagai orang beragama
Islam kita wajib
menghormati azan Banyak fadhilatnya .
Jika lagu
kebangsaan kita diajar agar berdiri
tegak dan diamkan
diri.

Mengapa ketika azan kita tidak boleh
mendiamkan diri?
Lantas sesiapa yang berkata-kata
ketika azan, Allah
akan kelukan lidahnya ketika nazak .
Kita takut dengan
kelunya lidah kita semasa ajal hampir
tiba maka kita
tidak dapat mengucap
kalimah "Lailahaillallah.." yang
mana sesiapa yang dapat mengucapkan
kalimah ini ketika
nyawanya akan dicabut Allah dgn
izinNya menjanjikan
syurga untuk mereka. Dari itu marilah
kita sama-sama
menghormati azan dan mohon kepada
Allah supaya lidah
ini tidak kelu semasa nyawa kita
sedang dicabut. "Ya
Allah! Anugerahkanlah kematian kami
dengan kematian
yang baik lagi mulia, lancarkan lidah
kami mengucap
kalimah "Lailahaillallah.." semasa
sakaratul maut
menghampiri kami. Amin.. amin.. amin
Yarobbal
a'lamin.."

p/s: Kita boleh mengirimkan
ribuan 'jokes' dan ' surat
berantai' melalui
e-mail tetapi bila mengirimkan yang
berkaitan dengan
ibadah seringkali berfikir 2 atau 3
kali......FIKIRKAN LAH, tepuk dada
tanya iman.

Saturday, February 7, 2009

hUkuM mElaWak...

"Hai orang2 yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamubersama orang2 y benar"-surah at-Taubah:119

hukum melawak
Etika melawak dan bergelak ketawa.

Islam tidak melarang untuk kita berseronok dengan melawak dan bergelak ketawa. Lihatlah bagaimana kisah Rasulullah bergurau dengan seorang wanita tua.Wanita itu berkata baginda “Doalah kepada Allah supaya Dia memasukkan aku ke dalam syurga.” Baginda menjawab “Wahai ibu, sesungguhnya orang tua tidak masuk ke dalam syurga.” Perempuan itu balik dan menangis. Baginda sawbersabda:أخبروها أنها لا تدخلها وهي عجوز إن الله تعالى يقول إنا أنشأناهن إنشاءفجعلناهن أبكارا عربا أتراباMaksudnya: “Beritahulah kepadanya bahawa dia tidak masuk ke dalam syurga dalam keadaan masih tua. Sesungguhnya Allah berfirman “ Sesungguhnya kami mencipta wanita-wanita syurga dengan penciptaan yang baru. Kami jadikan mereka dalam keadaan dara, yang amat mengasihi suaminya dan yang sebaya dengannya.”(Hr Tirmizi dan al-Baihaqi dgn sanad yg hasan)Abu Hurairah telah meriwayatkan: Para sahabat berkata “ Wahai Rasulullah sesungguhnya kamu bergurau senda dgn kami.” Baginda menjawab:نَعَمْ غَيْرَ أَنِّي لَا أَقُوْلُ إِلَّا حَقَّاMaksudnya: Ya aku bergurau tetapi aku tidak berkata melainkan perkara yangbenar.(Hr Tirmizi dan Ahmad – sanadnya hasan)Disini Dr Yusuf Qardawi meletakkan lima etika yg perlu dipatuhi dalam bergurau senda:

Pertama: Tidak menggunakan perkara yang bohong sebagai alat untuk manusia tertawa.Nabi saw bersabda:ويل للذي يحدث فيكذب ، ليضحك القوم ، ويل له ، ويل له.Maksudnya: Celaka orang yang bercakap kemudian berbohong supaya manusia ketawa. Celakalah dia dan celakalah dia.(Hr Ahmad dan ad-Darimi – sanadnya sahih)

Kedua: Gurauan tidak mengandungi penghinaan terhadap orang lain melainkan diizinkan oleh orang tersebut.Firman Allah: “ Wahai orang2 yang beriman janganlah satu puak itu menghina puak yang lain, kemungkinan orang yang dihina lebih baik dari orang yang menghina. Janganlah wanita menghina wanita yang lain , kemungkinan wanita yang dihina lebih baik baik dari yang wanita menghina… “ ( 11 : al-Hujarat)Nabi saw bersabda:بِحَسْبِ امْرِىءٍ مِنَ الشَّرِ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَMaksudnya: “Cukuplah seorang itu melakukan kejahatan apabila dia menghina saudaranya semuslim.” (Hr Muslim – sahih)Termasuk dalam menghina ialah dgn meniru perbuatan orang lain.Aisyah ra berkata “Aku telah meniru perbuatan seorang manusia.” Lalu Rasulullah saw bersabda:ما أحب أني حكيت أحداMaksudnya: “Aku tidak suka meniru perbuatan orang lain.”(Hr Ahmad dan Baihaqi – sanad sahih)

Ketiga: Melawak yang tidak menakutkan orang lain.Nukman bin Basyir ra berkata: Sesungguhnya kami bersama Rasulullah saw dalam satu perjalanan. Seorang lelaki mengantuk di atas tunggangannya.Seorang lelaki yang lain mengambil anak panah dari busurnya dan mengejutkan lelaki yang mengantuk yang menyebabkan dia terperanjat. Rasulullah saw bersabda;لاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًاMaksudnya: “Haram bagi seorang lelaki menakutkan orang Islam.”(Hr Thabrani – sahih)Nabi saw bersabda:لا يأخذن أحدكم متاع أخيه لاعبا أو جاداMaksudnya : “ Janganlah kamu mengambil barang kepunyaan saudara seislamnya dengan niat melawak atau pun betul2.”(Hr Ahmad – sahih)

Keempat: Jangan melawak ditempat yang serius dan jangan serius di tempat melawak.Dalam Islam ada 3 perkara yang dianggap diambil hukumnya walaupun dalam keadaan melawak. Nabi saw bersabda:ثلاث جدهن جد وهزلهن جد: النكاح والطلاق والعتاقMaksudnya: “Tiga perkara yang mana yg mana diambil hukumnya sama ada dalam keadaan melawak atau serius: 1. Nikah 2. Cerai 3. Membebaskan hamba.(Hr Abu Daud, at-Tirmizi dan Ibnu Majah – sanadnya hasan)Sesungguhnya Allah telah mencela orang2 musyrikin yang ketawa ketika mendengar al-Quran. Firman Allah swt:“Adakah kamu hai musyrikin rasa hairan dengan ayat2 suci al-Quran? Kamuketawa ketika mendengarnya, tidak menangis ketika mendengarnya dan kamu dengar dalam keadaan lalai.” (59 – 61 : an-Najm)

Kelima: Hendaklah melawak sekadar perlu dan tidak berlebihan.Nabi saw bersabda:وَلَا تُكْثِرْ مِنَ الضَّحْكِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحْكِ تُمِيْتُ الْقَلْبَMaksudnya: “Janganlah kamu banyak ketawa. Sesungguhnya banyak ketawa boleh mematikan hati.” (Hr Ahmad dan Ibu Majah – sanad hasan)Saidina Ali ra:“Masukkan lawak dalam kata2 sekadar kamu memasukkan garam dalam makanan kamu.”Said bin al-‘As berkata:“Bersederhanalah dalam melawak. Berlebihan dalam melawak akan menghilangkan keindahan dan menyebabkan orang-orang yg bodoh akan berani terhadap mu.Meninggalkan melawak akan menjauhkan orang2 yang hendak bermesra danmenyebabkan orang2 yang berdamping dgn mu berasa rimas.”

Sunday, January 4, 2009

RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Keberanian Saad bin Abu Waqqash ra.



Ibnu Asakir telah mengeluarkan dari Az-Zuhri dia telah berkata: Pada suatu hari Rasulullah SAW telah mengutus Sa'ad bin Abu Waqqash ra. untuk mengetuai suatu pasukan ke suatu tempat di negeri Hijaz yang dikenal dengan nama Rabigh. Mereka telah diserang dari belakang oleh kaum Musyrikin, maka Sa'ad bin Abu Waqqash ra. mengeluarkan panah-panahnya serta memanah mereka dengan panah-panah itu. Dengan itu, maka Sa'ad bin Abu Waqqash ra. menjadi orang pertama yang memanah di dalam Islam, dan peristiwa itu pula menjadi perang yang pertama terjadi di dalam Islam. (Al-Muntakhab 5:72)


Ibnu Asakir mengeluarkan dari Ibnu Syihab, dia berkata: Pada hari pertempuran di Uhud Sa'ad bin Abu Waqqash ra. telah membunuh tiga orang Musyrikin dengan sebatang anak panah. Dipanahnya seorang, lalu diambilnya lagi panah itu, kemudian dipanahnya orang yang kedua dan seterusnya orang yang ketiga dengan panah yang sama. Ramai para sahabat merasa heran tentang keberanian Sa'ad itu. Maka Sa'ad berkata: Nabi SAW yang telah memberikanku keberanian itu, sehingga aku menjadi begitu berani sekali. (Al-Muntakhab 5:72)

Bazzar telah mengeluarkan dari Abdullah bin Mas'ud ra. dia berkata: Pada hari pertempuran di Badar, Sa'ad bin Abu Waqqash ra. telah menyerang musuh dengan berkuda dan dengan berjalan kaki. (Majma'uz Zawa'id 6:82)

Hayati keberanian para sahabat RasuluLlah saw menjadikan diri kita sedar akan kerdilnya jiwa kita di zaman ini. Sewajarnya umat Islam menyalurkan jiwa keberanian Saad bin Abu Waqqash ra. di dalam diri mereka dalam meredah perjuangan, mehnah hidup di dunia sebagai muslim juga melawan musuh Islam yang berani menghina dan menghancurkan Islam. Amat sedihlah kiranya kita masih melalaikan keberanian ini dengan menggunakannya ke arah merealisasikan kebangkitan Islam khususnya di saat ini, di mana Yahudi la'knatuLlah sewenang-wenangnya menganiayai Islam dan terus menindas kita.


Di manakah keberanian kita? di manakah keberanian jiwa Saad bin Abu Waqqash ra. sahabat Baginda saw yang wajar menjadi tauladan buat kita dalam memperjuangkan dienulIslam ini? Jiwa berani yang biasa ditonjolkan oleh pemuda dewasa ini banyaknya ke arah kemaksiatan, dan berfoya-foya umpama tiada tujuan hidup. Berani menagih dadah, berani mencuba zina, berani mencuba perkara yang disalurkan oleh barat demi menghancurkan jiwa Umat Islam khususnya pemuda Islam.. Sedarlah wahai pemuda, jiwa keberanian pemuda yang anda miliki sekarang inilah yang pernah mendaulatkan Islam, jiwa ini lah merupakan angkatan pemuda di mana sejak dulu hingga sekarang tetap merupakan pasak bagi kebangkitan sesuatu ummat. Pemuda merupakan rahsia kekuatan mana-mana kebangkitan ; malahan angkatan pemuda jugalah yang menjadi barisan penjulang panji-panji begi sesuatu fikrah perjuangan. Maka, di manakah anda sekarang wahai pemuda? bersama keberannian Saad bin Abu Waqqash ra. dalam menegakkan Islam atau keberanian mengikut telunjuk kuffar? muhasabah cinta anda kepada Allah swt... di mana anda? salurkan jiwa berani pemuda ke arah merealisasikan kebangkitan Islam dan memberi kebaikan dan kebajikan kepada masyarakat. Jom salurkan keberanian ke arah kebangkitan Islam berlandaskan syariat... dan saluran itu bukan tertakluk ke medan perang sahaja....Allahua'alam.


meniupkan semangat untuk kuat berjuang demi Islam